Iklan Pelindo II Dipersoalkan Rizal Ramli, Ini Tanggapan Lino

Kompas.com - 16/09/2015, 22:47 WIB
Direktur Utama PT Pelindo II (Persero) RJ Lino usai mengikuti rapat koordinasi tentang dwell time, di Kantor Kementerian Koordinasi Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (6/8/2015). ESTU SURYOWATI/Kompas.comDirektur Utama PT Pelindo II (Persero) RJ Lino usai mengikuti rapat koordinasi tentang dwell time, di Kantor Kementerian Koordinasi Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (6/8/2015).
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorErlangga Djumena
JAKARTA, KOMPAS.com - Iklan besar Pelindo II terkuat pembangunan Pelabuhan New Tanjung Priok dibeberapa media cetak nasional dipersoalkan Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli. Namun, Direktur Utama Pelindo II RJ Lino justru heran dengan berbagai pernyataan Rizal yang mempersoalkan iklan itu. Lino mengaku tak pernah berniat "menghantam" Rizal Ramli melalui iklan tersebut.

"Kalau pak Rizal Ramli bilang bahwa saya hantam dia, saya tidak tahu hantam dari mana, mana yang dihantam, dan saya tidak ada tujuan untuk itu. Jadi saya bingung sendiri statement seperti itu," ujar Lino di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (16/9/2015).

Dia menjelaskan, iklan tersebut merupakan bentuk informasi yang ingin disampaikan Pelindo II ke investor yang menanamkan investasinya di Tanjung Priok. Sedangkan Rizal menganggap iklan tersebut hanya menghambur-hamburkan uang BUMN dan pencitraan Pelindo II di tengah banyaknya permasalahan di Pelabuhan Tanjung Priok.

"Gini ya, perusahaan itu ada biaya marketingnya, kan baru ada peristiwa besar yang datang ke kita, investor perlu tahu, iklan itu kan bukan hari ini saja. Saya sudah omongi lebih dari 10 kali iklan seperti itu selama saya disitu. Apalagi New Tanjung Priok itu proyek yang sangat istimewa, investor harus tahu, investor ini ada proyek yang baru jadi, datang ke Indonesia infrastrukturnya ada," kata dia.

New Tanjung Priok dinilai Lino merupakan proyek yang monumental bagi bangsa Indonesia. Menurutnya, tak ada proyek infrastruktur sebesar itu di negeri ini. "Jadi menurut saya orang kalau datang ke Indonesia harus tahu infrastruktur di Indonesia kayak apa. Negeri ini tidak ada infrastruktur segede itu (New Priok). Kan kalian tahu statement orang-orang yang memiliki statement seperti bankir, Ketua Kadin, semua sangat postif. Jadi kalau Pak Rizal ngomong gitu, saya tidak tahu," ucap dia.

Sebelumya, Rizal Ramli mengingatkan Pelindo II untuk tidak menghambur-hamburkan uang untuk iklan besar-besaran di media. Pasalnya, kata dia, uang yang digunakan tersebut adalah uang badan usaha milik negara (BUMN).

"Ini pemborosan luar biasa, menunjukkan sikap semena-mena. Emang duit nenek moyangnya? Ini kan duit BUMN. Jangan begitulah," ujar Rizal di Kantor Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Jakarta, Selasa (15/9/2015).

Menurut mantan Menteri Koordinator Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid itu, Pelindo II tak perlu memasang iklan pembangunan Pelabuhan New Priok di tengah menumpuknya masalah di Pelabuhan Tanjung Priok mulai dari mafia pelabuhan, dwell time, hingga konsesi Jakarta International Container Terminal (JICT) ke pihak asing. (baca: Rizal Ramli Ingatkan Pelindo II Tak Hamburkan Uang untuk Iklan)

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X