Kompas.com - 18/09/2015, 10:36 WIB
|
EditorErlangga Djumena
AMBON, KOMPAS.com – Manfaat dari keterlibatan anggota TNI Angkatan Darat dalam mendukung program nasional swasembada pangan sangat dirasakan petani dan pemerintah di Provinsi Maluku. Dalam tahun ini, anggota TNI AD memelopori penambahan luas areal tanam dari dari 9.452 hektar (ha) menjadi 9.626 ha, dan ditargetkan hingga 13.000 ha.

Jumlah produksi yang sebelumnya 102.761 ton telah meningkat hingga 109.748 ton untuk musim tanam pertama, Oktober 2014 – Maret 2015. Rata-rata produktivitas setiap hektar pun bertambah dari 4 hingga 4,3 ton gabah kering giling (gkg) menjadi 4,7 ton gkg.

Katur (43), warga Desa Waelo, Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru, ketika dihubungi dari Ambon, Kamis (17/6/2015), menuturkan, berkat motivasi dari Bintara Pembina Desa (Babinsa), banyak lahan yang tidak tergarap sudah dikerjakan petani. Semula lahan itu ditinggalkan petani yang beralih menjadi petambang emas di Gunung Botak, yang berada sekitar 10 kilomter dari desa mereka.

“Kami merasa ada motivator yang terus mendorong kami untuk bekerja di sawah. Mereka (anggota TNI AD) tidak hanya bicara tetapi turut bekerja bersama kami. Itu yang membuat kami terus maju untuk menyukseskan program swasembada padi di daerah ini,” katanya.

Hal demikian juga diakui Darman, Kepala Desa Parbulu, Kecamatan Waelata. “Mereka juga menjaga distribusi pupuk dan membantu perbaikan saluran irigasi,” tuturnya.

Kabupaten Buru merupakan sentra produksi padi di Maluku. Menurut data Dinas Pertanian Provinsi Maluku, produksi padi di Maluku pada tahun 2014 sebanyak 101.836 ton gabah kering giling. Dari jumlah itu, sebanyak 42,33 persen berasal dari Kabupaten Buru.

Awal Mei lalu, Presiden Joko Widodo melakukan upacara penanaman padi di sana. Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian Provinsi Maluku, Hans Talahatu, mengapresiasi dukungan TNI AD dalam menyukseskan program tersebut.

Pemerintah daerah, katanya, telah menyediakan fasilitas yang dibutuhkan seperti pompa air untuk mengantisipasi kekeringan.  Sejauh ini, dampak kekeringan di Maluku tidak signifikan.

Kepala Penerangan Komando Daerah Militer XVI Pattimura Kolonel Inf Hasyim L Hakim mengatakan, sebanyak 824 Babinsa ditugaskan di sejumlah desa di Maluku. Selain di Kabupaten Buru, sentra padi juga tersebar di Maluku Tengah, Seram Bagian Barat, dan Seram Bagian Timur.

Panglima Kodam Pattimura Mayor Jenderal TNI Doni Munardo, kata Hasyim, juga mendatangkan satu penyuluh pertanian dari Pulau Jawa untuk membimbing petani di Desa Perbulu, Buru. Ke depanya, mereka akan mendatangkan lagi beberapa penyuluh tambahan.

“Pola tanaman dan teknik kerja petani di Maluku memang terus ditingkatkan agar bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Ditargetkan, produktivitas satu hektar bisa mencapai 10 ton gabah kering giling,” kata Hasyim.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.