Kompas.com - 05/11/2015, 12:13 WIB
EditorErlangga Djumena
JAKARTA, KOMPAS.com - Langkah pemerintah membatalkan rencana revisi Peraturan Pemerintah (PP) No 77 tahun 2014 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara mencemaskan PT Freeport Indonesia.

Raksasa produsen emas dunia membutuhkan kepastian investasinya, utamanya di tambang bawah tanah.

Freeport mengaku membutuhkan kepastian adanya perpanjangan kontrak mereka yang akan berakhir  tahun 2021 nanti. Perusahaan ini berharap pemerintah memperpanjang kontrak menjadi menjadi tahun  2041.

Mengacu PP 77/2014, kepastian perpanjangan kontrak baru bisa dilakukan dua tahun, sebelum kontrak berakhir atau di tahun 2019.

Freeport membutuhkan komitmen adanya perpanjangan kontrak lantaran tengah menyiapkan investasi untuk eksploitasi tambang bawah tanah, yang ditargetkan beroperasi  tahun 2022 mendatang.

Juru Bicara PT Freeport Indonesia, Riza Pratama mengatakan, Freeport  berharap pemerintah Indonesia segera memberikan kepastian perpanjangan izin operasi lantaran investasi di bidang pertambangan membutuhkan rencana jangka panjang.

Dia mengatakan, rencana pengembangan area penambangan hingga bisa beroperasi maksimal dan mendapatkan hasil produksi membutuhkan waktu 10 tahun hingga 15 tahun. Investasi yang dibenamkan Freeport pun cukup besar.

Jika Freeport hanya diberikan waktu dua tahun untuk memperpanjang kontrak yaitu pada 2019, resiko yang didapat perusahaan ini akan sangat tinggi.

"Kami harap segera ada perpanjangan, dalam bentuk UU, PP atau apalah agar  kami diberikan kepastian beroperasi," kata Riza kepada Kontan, Rabu (4/11/2015).

Freeport mengklaim sejak awal 2000 hingga saat ini telah mengeluarkan investasi 4 miliar dollar AS.

"Kami mau investasi lagi sekitar 16-an miliar dollar AS.   Namun, UU Mineral dan Batubara bilang kami cuma dikasih kontrak hinga 2021, sedangkan reserve kami baru bisa maksimal setelah 2021," ujarnya.

Kata Riza, Freeport membutuhkan kepastian kontrak operasi diperpanjang agar investasi yang Freeport lakukan tak sia-sia.

Riza mengaku hingga saat ini belum ada  pembicaraan dengan pemerintah atas perpanjangan kontrak Freeport.

Meski belum ada kepastian,  Freeport memastikan tetap akan tetap melakukan aktivitas operasional dan investasi di Indonesia. "Kami tak berhenti. Kami tetap optimis pemerintah memberikan perpanjangan,"  ujarnya.

Surat jadi pegangan
Meskipun belum bisa memberikan kepastian perpanjangan kontrak, pemerintah Indonesia minta PT Freeport meneruskan rencana investasi tambang bawah tanah alias underground mining. Sebab, Freeport berencana menutup aktivitas tambang terbuka gunung Grasberg 2016. (baca: Freeport Pastikan Tutup Tambang Terbuka Terbesar di Dunia)

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengungkapkan, rencana investasi PT Freeport Indonesia sudah seharusnya tidak menunggu revisi beleid.

"Rencana investasi Freeport seharusnya tidak akan ada masalah karena surat yang saya berikan ke mereka sudah disepakati sebagai solusi jangka pendek, sambil menunggu proses revisi dan review peraturan perundangan yang ada," ujarnya kepada Kontan, Rabu (4/11/2015).

Sudirman mengatakan, penundaan revisi aturan itu karena pemerintah masih harus mengkaji keseluruhan peraturan yang ada, mulai dari undang-undang, peraturan pemerintah, dan seluruh peraturan pelaksanaannya.

"Kami sudah sepakat dengan Panja Minerba DPR RI untuk melakukan review dan revisi mulai dari UU sampai PP dan seluruh peraturan pelaksanaannya," katanya.

Hal ini, kata Sudirman, perlu dilakukan agar memberikan kesan revisi aturan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan bisnis yang sedang berkembang, bukan atas tekanan PT Freeport.

Dus, dapat dipastikan, review ini akan memakan waktu yang panjang. Alhasil, Freeport harus mematuhi aturan yang berlaku, termasuk soal perpanjangan kontrak karya serta rencana divestasi saham 10,64 persen. (Febrina Ratna Iskana)

baca juga: Rizal Ramli: Freeport Paling "Mencla-Mencle" soal Divestasi

Kompas TV Pemburu Rente PT. Freeport – Satu Meja eps 115 bagian 2


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BUMN Berdikari Buka Lowongan Kerja untuk S1, Simak Posisi dan Persyaratannya

BUMN Berdikari Buka Lowongan Kerja untuk S1, Simak Posisi dan Persyaratannya

Whats New
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
Cara Tarik Tunai Bank Jateng Tanpa Kartu via Internet Banking dan Bima

Cara Tarik Tunai Bank Jateng Tanpa Kartu via Internet Banking dan Bima

Spend Smart
Main HP di SPBU Bisa Picu Kebakaran, Cuma Mitos atau Fakta?

Main HP di SPBU Bisa Picu Kebakaran, Cuma Mitos atau Fakta?

Whats New
Butuh Uang Tambahan? Simak Cara Daftar Shopee Affiliates Program

Butuh Uang Tambahan? Simak Cara Daftar Shopee Affiliates Program

Work Smart
Lebih Murah Beli Minyak Goreng di Alfamart atau Indomaret?

Lebih Murah Beli Minyak Goreng di Alfamart atau Indomaret?

Spend Smart
Begini Kejelasan Nasib Honorer yang Tak Dipakai Lagi Mulai 2023

Begini Kejelasan Nasib Honorer yang Tak Dipakai Lagi Mulai 2023

Whats New
Akhir Pekan, Simak Promo dari Bioskop CGV,  XXI, dan Cinepolis

Akhir Pekan, Simak Promo dari Bioskop CGV, XXI, dan Cinepolis

Spend Smart
Puji Produk UMKM, Sandiaga Uno: Keren Banget, Saya Sih Amaze Banget...

Puji Produk UMKM, Sandiaga Uno: Keren Banget, Saya Sih Amaze Banget...

Whats New
Pendekatan Ergo, Ego, dan Eco

Pendekatan Ergo, Ego, dan Eco

Whats New
[POPULER MONEY] Uji Coba Beli Pertalite Pakai MyPertamina Dimulai | Gaji Ke-13 ASN Cair

[POPULER MONEY] Uji Coba Beli Pertalite Pakai MyPertamina Dimulai | Gaji Ke-13 ASN Cair

Whats New
Beli Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi, Pedagang Pasar Kramat Jati: Alhamdulillah Banyak yang Pakai

Beli Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi, Pedagang Pasar Kramat Jati: Alhamdulillah Banyak yang Pakai

Whats New
Perhitungan Iuran BPJS Ketenagakerjaan yang Dibayar Perusahaan dan Pekerja

Perhitungan Iuran BPJS Ketenagakerjaan yang Dibayar Perusahaan dan Pekerja

Spend Smart
APBN Surplus, Sri Mulyani Singgung Dampaknya ke Utang Pemerintah

APBN Surplus, Sri Mulyani Singgung Dampaknya ke Utang Pemerintah

Whats New
Negara Kantongi Rp 61 Triliun dari WNI yang 'Sembunyikan' Hartanya di Luar Negeri

Negara Kantongi Rp 61 Triliun dari WNI yang "Sembunyikan" Hartanya di Luar Negeri

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.