Kompas.com - 06/01/2016, 13:13 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di sela-sela acara Konferensi Kelapa Sawit Indonesia (IPOC) 2015 di Bali pada 25 November 2015 - 27 November 2015. Catatan Kementerian Pertanian menunjukkan pada Oktober 2015, tanpa penyerapan optimal puncak panen raya Januari - Mei, stok Bulog mencapai sebesar 1,7 juta ton beras tanpa impor beras. Josephus PrimusMenteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di sela-sela acara Konferensi Kelapa Sawit Indonesia (IPOC) 2015 di Bali pada 25 November 2015 - 27 November 2015. Catatan Kementerian Pertanian menunjukkan pada Oktober 2015, tanpa penyerapan optimal puncak panen raya Januari - Mei, stok Bulog mencapai sebesar 1,7 juta ton beras tanpa impor beras.
|
EditorErlangga Djumena
JAKARTA, KOMPAS.com - Mengantisipasi terjadinya La Nina di 2016, Menteri Pertanian Amran Sulaiman mulai melakukan persiapan. Persiapan tersebut di khususkan untuk mengantisipasi curah hujan yang tinggi.

Amran mengaku sudah melakukan normalisasi semua jenis jaringan irigasi di mulai jaringan primer dan sekunder.

"Untuk mengantisipasi banjir di bulan Oktober, kita lakukan dengan normalisasi irigasi. Baik jaringan irigasi primer dan sekunder," ujar Amran di Kementerian Pertanian, Jakarta Rabu (6/1/2016).

Selain itu, kata Amran persiapan lain yang dilakukan adalah dengan menyiapkan pompa air. Pompa ini juga disebar di daerah-daerah yang rawan banjir. Bukan hanya itu, dia juga mengatakan, pihaknya sudah membangun sumur resapan.

"Kita sudah bangung sumur baik atau sumur untuk daerah yang curah hujannya tinggi," jelasnya.

Amran mengatakan, La Nina diprediksi akan melanda Indonesia di bulan Oktober. Kata dia, daerah yang paling besar terkena dampaknya adalah daerah di Jawa.

"Karawang akan besar, kalau di Jawa Timur biasanya Jombang. Tapi kami sudah turun untuk mengantisipasi," ucap Amran.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seperti yang diberitakan, pada 2016 ini Indonesia diprediksi akan dilanda La Nina. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan bahwa bencana jenis hidrometerologi ini nanti akan mendominasi bencana yang terjadi di Indonesia sepanjang 2016. (Baca: BMKG Peringatkan Potensi Bencana akibat La Nina pada 2016)

Wilayah di Indonesia yang paling berpotensi terjadinya banjir, longsor dan puting beliung adalah Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jawa Timur. Bencana tersebut terjadi akibat curah hujan yang tinggi sejak Januari.



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X