Kemenko Maritim Sanggah Pernyataan Faisal Basri soal Blok Masela

Kompas.com - 25/01/2016, 15:28 WIB
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorBambang Priyo Jatmiko
JAKARTA, KOMPAS.com - Tenaga Ahli Bidang Energi Kementerian Maritim dan Sumber Daya RI Haposan Napitupulu menyanggah berbagai pernyataan Ekonom Universitas Indonesia (UI) Faisal Basri terkait Blok Masela, di Laut Arafuru, Maluku.

Pertama terkait bagi hasil (split). Menurut Haposan, bagi hasil Blok Masela antara pemerintah dan investor bukan 30:70 seperti yang dikemukakan Faisal Basri.

(Baca: Faisal Basri: Hanya Ada Kepentingan di Masela)

"Bagi hasil atau split Blok Masela adalah 60:40 atau 60 persen untuk pemerintah dan 40 persen untuk kontraktor setelah dikurangi cost recovery," ujar Haposan dalam di Jakarta, Minggu (24/1/2016).

Saat ini, Kemenko Maritim dan Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) memiliki pandangan yang berbeda tentang pengembangan Blok Masela.

Kemenko Maritim mendukung pembangunan kilang gas alam cair (LNG) di darat (onshore). Sementara Kementerian ESDM mendukung pembangunan kilang di tengah laut atau floating (offshore).

Menurut Haposan, pembangunan kilang di darat memang membutuhkan pembangunan pipa untuk penyaluran gas nya. Namun, ia membantah kalau pembangunan pipa itu mencapai 800 kilometer seperti yang dikatakan Faisal Basri.

"Jalur pipa yang akan dibangun di skenario Kilang LNG Darat adalah dari Lapangan Abadi ke Pulau Selaru sepanjang 90 Km," kata dia.

Bantahan itu juga sekaligus menyanggah pernyataan Faisal bahwa pipa tersebut akan menjadi proyek pipa paling panjang di Indonesia. Sebab, sudah ada pipa gas yang dibangun dari North Bali ke Gresik sepanjang 370 Km dan Lapangan Kakap atau Natuna ke Singapura sepanjang 500 Km.

Sebelumya, masih alotnya pembahasan pengembangan lapangan abadi gas Masela di Laut Arafuru, Maluku, di tingkat rapat kabinet terbatas, dipahami pengamat ekonomi Universitas Indonesia Faisal Basri sebagai hal yang wajar.

Wajar, kata Faisal, lantaran tarik-ulur onshore atau offshore dalam pengembangan Masela hanyalah persoalan kepentingan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kenaikan Tarif Ojek Online Diundur, Gojek: Kami Pergunakan untuk Sosialisasi ke Mitra Driver

Kenaikan Tarif Ojek Online Diundur, Gojek: Kami Pergunakan untuk Sosialisasi ke Mitra Driver

Whats New
Kartu Prakerja Gelombang 41 Resmi Dibuka, Daftar di www.prakerja.go.id

Kartu Prakerja Gelombang 41 Resmi Dibuka, Daftar di www.prakerja.go.id

Whats New
Pluang Dorong Literasi Finansial untuk Kaum Perempuan dalam Kongres IPPNU XIX

Pluang Dorong Literasi Finansial untuk Kaum Perempuan dalam Kongres IPPNU XIX

Whats New
Ada Pekerjaan Pemeliharaan Ruas Tol Jagorawi Lagi, Simak Lokasi dan Jadwalnya

Ada Pekerjaan Pemeliharaan Ruas Tol Jagorawi Lagi, Simak Lokasi dan Jadwalnya

Whats New
Jokowi Klaim Stok Beras 10,2 Juta Ton dan 3 Tahun Belum Impor

Jokowi Klaim Stok Beras 10,2 Juta Ton dan 3 Tahun Belum Impor

Whats New
Mengenal Tanaman Sorgum, Pengganti Gandum asal Afrika Idaman Jokowi

Mengenal Tanaman Sorgum, Pengganti Gandum asal Afrika Idaman Jokowi

Whats New
Pentingnya Personal Branding untuk Proses Mencari Kerja

Pentingnya Personal Branding untuk Proses Mencari Kerja

Work Smart
Cara Transfer Pulsa Telkomsel dan Biayanya

Cara Transfer Pulsa Telkomsel dan Biayanya

Spend Smart
Resmikan 'Cold Storage', Menteri KKP Targetkan Indramayu Jadi Sentra Perikanan

Resmikan "Cold Storage", Menteri KKP Targetkan Indramayu Jadi Sentra Perikanan

Whats New
Mengapa Puluhan Tahun Rakyat Menanggung Bunga BLBI Para Konglomerat?

Mengapa Puluhan Tahun Rakyat Menanggung Bunga BLBI Para Konglomerat?

Whats New
DPD Desak Jokowi Setop Bayar Bunga BLBI yang Jadi Bancakan Korupsi

DPD Desak Jokowi Setop Bayar Bunga BLBI yang Jadi Bancakan Korupsi

Whats New
Lowongan Kerja Indofood untuk Lulusan S-1 Segala Jurusan, Simak Posisi dan Persyaratannya

Lowongan Kerja Indofood untuk Lulusan S-1 Segala Jurusan, Simak Posisi dan Persyaratannya

Whats New
Mau Investasi Emas? Simak Keuntungan dan Kerugiannya

Mau Investasi Emas? Simak Keuntungan dan Kerugiannya

Earn Smart
Mau Investasi Saham? Simak Beberapa Keuntungan dan Risikonya

Mau Investasi Saham? Simak Beberapa Keuntungan dan Risikonya

Earn Smart
Gandum Mahal, Indofood Kembangkan Mi Instan Berbahan Sorgum

Gandum Mahal, Indofood Kembangkan Mi Instan Berbahan Sorgum

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.