KEK Palu, Ketersediaan Lahan Masih Jadi Kendala

Kompas.com - 29/03/2016, 18:20 WIB
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Wali Kota Palu Sulawesi Tengah Hidayat menargetkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu bisa beroperasi tepat waktu pada Mei 2017.

Namun begitu, sampai saat ini masih ada kendala dalam hal ketersediaan lahan.

Hidayat menuturkan, saat ini masih ada masyarakat yang mengklaim bahwa ada sebagian tanah di KEK Palu itu merupakan tanah warisan keluarga mereka.

Padahal, lanjut Hidayat, tanah tersebut adalah tanah negara yang kemudian diklaim sebagai tanah masyarakat.

Hidayat mengatakan, atas dasar itu pihaknya akan berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Negara (BPN) untuk memastikan tanah negara di wilayah tersebut.

"Artinya, kami tidak akan memberi ruang gerak bagi spekulan tanah di dalam KEK Palu," kata Hidayat dalam rilis, Selasa (29/3/2016).

Terkait dengan kebutuhan lahan bagi investor, Hidayat mengatakan pihaknya akan segera menyediakan lahan hanya kepada investor yang serius berinvestasi di KEK Palu.

Sebagai tahap awal, pihaknya telah menyiapkan lahan seluas 100 hektare (ha) untuk investor yang segera masuk ke dalam kawasan.

"Kami juga akan mengoptimalkan bantuan Kementerian Perindustrian sebesar Rp 75 miliar, untuk pembangunan infrastruktur dalam kawasan KEK Palu," imbuh dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X