Kemenperin Dorong Industri Perkapalan Nasional

Kompas.com - 09/05/2016, 11:31 WIB
Kapal-kapal di PT Citra Shipyard di Batam, Kepulauan Riau menanti dipesan.  Galangan itu salah satu yang masih tetap berproduksi, saat mayoritas galangan kapal di Batam berhenti beroperasi karena sepi pesanan. Pemerintah berjanji akan meningkatkan pemesanan dalam negeri kepada 114 galangan kapal di Batam

Kompas/Kris Mada Kris MadaKapal-kapal di PT Citra Shipyard di Batam, Kepulauan Riau menanti dipesan. Galangan itu salah satu yang masih tetap berproduksi, saat mayoritas galangan kapal di Batam berhenti beroperasi karena sepi pesanan. Pemerintah berjanji akan meningkatkan pemesanan dalam negeri kepada 114 galangan kapal di Batam Kompas/Kris Mada
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Industri perkapalan nasional semakain diakui dalam membangun berbagau jenis kapal untuk kebutuhan militer, baik untuk pertahanan dalam negeri serta pesanan luar negeri. Sumber daya manusia dan produksi diyakini mumpuni untuk memperkuat industri strategis ini ke depan.

Menteri Perindustrian Saleh Husin menegaskan hal itu saat menghadiri pelepasan ekspor perdana kapal perang Strategic Sealift Vessel (SSV) pesanan Kementerian Pertahanan Nasional Filipina “BRP  Tarlac LD – 601”.

Upacara pelepasan dipimpin oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla di PT PAL Indonesia, kawasan Tanjung Perak,  Surabaya, Minggu (8/5/2016).

Turut hadir juga Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi, Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana TNI Ade Supandi, Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero) M Firmansyah dan Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, I Gusti Putu Suryawirawan.

"Di industri perkapalan, pemerintah memiliki program penguatan seperti memberi insentif fiskal berupa Bea Masuk Ditanggung Pemerintah (BMDTP) untuk impor komponen kapal sehingga galangan kita lebih leluasa membangun kapal, utilitas optimal dan tenaga kerja terserap," kata Menperin, melalui siaran pers. 

Kebijakan ini memberi insentif PPN tidak dipungut untuk beberapa alat transportasi, seperti galangan kapal, kereta, dan pesawat serta suku cadangnya. Kemenperin mencatat, jumlah industri galangan kapal sekira 250 perusahaan yang terpusat di Batam dan Pulau Jawa.

Kapasitas produksi untuk bangunan baru 1 juta dead weight ton (DWT) per tahun dan  reparasi 12 juta DWT. Sementera, kemampuan fasilitas bangunan baru sampai dengan 50 ribu DWT dan reparasi 300 ribu DWT. 

Sementara itu, jenis kapal yang telah mampu diproduksi adalah Kapal Curah (Bulk Carrier), Kapal Ferry Ro-Ro, Chemical tanker, Landing Platform Dock, LPG Carrier, Dry Cargo Vessel, kapal penumpang, kapal kargo dan kontainer, tanker, kapal ikan, tug boat dan Kapal Patroli Cepat. 

Terkait kapal pesanan Kemenhan Filipina, Kapal SSV itu merupakan pengembangan kapal pengangkut Landing Platform Dock (LPD) yang didesain panjang 123 meter, lebar 21,8 meter, dan memiliki kecepatan 16 knot dengan ketahanan berlayar selama 30 hari di laut lepas.

PT PAL membangun kapal itu dengan kemampuan membawa dua helikopter, dan mengangkut kapal "landing craft utility" (LCU) serta sejumlah tank perang hingga truk militer.

Kompas TV Kapal Tenggelam di Perairan Muara Selangot



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X