Ironis, Venezuela Kaya Minyak, tetapi Malah Beli dari AS

Kompas.com - 21/09/2016, 20:43 WIB
Sejumlah mobil terlihat antre mengisi bahan bakar di sebuah SPBU di kota Caracas, Venezuela. Mulai Jumat (18/2/2016) harga BBM di negeri itu naik rata-rata 6.000 persen. JUAN BARRETO / AFPSejumlah mobil terlihat antre mengisi bahan bakar di sebuah SPBU di kota Caracas, Venezuela. Mulai Jumat (18/2/2016) harga BBM di negeri itu naik rata-rata 6.000 persen.
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

EL FURRIAL, KOMPAS.com - Venezuela dikenal sebagai negara yang memiliki cadangan minyak terbesar di dunia. Namun, industri minyak di negara itu kini malah luluh lantak.

Bahkan, saking hancurnya industri minyak Venezuela, pemerintah negara di Amerika Latin itu kini meminta bantuan kepada AS. Penurunan kinerja industri minyak Venezuela dianggap sebagai permasalahan paling kritis bagi perekonomian negara tersebut.

Mengutip The New York Times, Rabu (21/9/2016), minyak menyumbang separuh dari pendapatan pemerintah Venezuela.

Perusahaan minyak milik negara menyumbang laba yang tercatat lebih dari 250 miliar dollar AS pada tahun 2001 hingga 2015 ke program sosial, termasuk impor pangan. Namun, laba yang melimpah tersebut menguap karena kesalahan pengelolaan dan anjloknya harga minyak dunia dalam dua tahun terakhir.

AS selama ini merupakan pasar besar bagi minyak Venezuela, tetapi Venezuela kini malah terpaksa mulai impor minyak dari Negeri Paman Sam.

Pada awal tahun 2016 ini, AS mulai mengirimkan lebih dari 500.000 barrel minyak mentah per hari ke Venezuela. PDVSA, perusahaan minyak milik negara, pun kesulitan membayar biaya impor minyak.

Beberapa tanker harus menunggu di pelabuhan selama dua minggu lamanya sampai akhirnya dibayar. Terkadang, tanker-tanker itu harus membawa pulang muatan minyaknya karena pembayarannya kurang.

Venezuela, seperti banyak diberitakan, mengalami krisis perekonomian yang parah. Negara itu kini kekurangan pangan, seperti jagung dan beras, yang dulunya dengan mudah diimpor karena melimpahnya pendapatan dari minyak.

Perlengkapan medis yang penting, termasuk antibiotik, menghilang dari pasaran. Ekonomi Venezuela pun terkontraksi 10 persen pada akhir tahun ini dan inflasi mengarah ke level hingga ratusan persen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.