PT INKA Percepat Penyelesaian 150 Gerbong KA Pesanan Banglades

Kompas.com - 22/09/2016, 10:30 WIB
Gerbong kereta api penumpang buatan PT Inka Madiun dikirimkan ke Bangladesh melalui Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Kamis (31/3/2016). KOMPAS.com/AHMAD FAIZALGerbong kereta api penumpang buatan PT Inka Madiun dikirimkan ke Bangladesh melalui Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Kamis (31/3/2016).
|
EditorAprillia Ika

MADIUN, KOMPAS.com - PT Industri Kereta Api (INKA) telah menyelesaikan 150 gerbong kereta pesanan Banglades meski kontrak kerja proyek senilai Rp 970 miliar itu baru berakhir Februari 2017.

Menurut Direktur PT INKA R Agus H Purnomo, kondisi ini menunjukkan PT INKA sudah menyelesaikan pekerjaan kereta penumpang lima bulan sebelum kontrak kerja berakhir.

“Paling lambat tiga gerbong kereta api terakhir dikirim dari Surabaya menuju Banglades, Sabtu (24/9/2016)," ujar Agus, Rabu (21/9/2016) siang.  

Suksesnya pekerjaan proyek pengadaan 150 gerbong penumpang kereta api ini menjadikan tender proyek pengadaan berikut sebanyak 250 gerbong dari Banglades diyakini dimenangkan PT INKA.

“Semoga kami mendapatkan proyek tersebut dari Banglades sebanyak 250 kereta dengan nilai kontrak mencapai 100 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,3 triliun,” jelas Agus.

Tak hanya itu, kata Agus, PT INKA juga sementara mengikuti tender pengadaan kereta api di Srilangka. Hanya saja pekerjaannya beda dengan kereta pesanan Banglades. “Kalau srilangka yang ditenderkan kereta berpenggerak diesel,” tandas Agus.

Permodalan

Direktur Keuangan dan SDM PT INKA, Muhammad Nur Sodiq, sebelumnya mengatakan, pemerintah mendukung PT INKA dengan modal sekitar Rp 1 triliun. Tak hanya itu, pemerintah juga memberi dukungan dalam bentuk fasilitas kredit melalui Exim Bank.

Kredit tersebut digunakan untuk pendanaan proyek ekspor dengan bunga sangat murah sehingga PT INKA bisa berkompetisi.

“Lawan kami secara utama India dan China. Kami yakin bisa mengalahkan mereka karena pemerintah mendukung PT INKA dari sisi teknis dan dana,” kata dia.

Data PT INKA menunjukkan bahwa selama tiga tahun berturut-turut keuntungan PT INKA selalu. “Tidak mungkin kami kerjakan proyek rugi,” kata Sodiq.

Kompas TV Gerbong Kereta Disulap Jadi Klinik

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X