Pentingnya Asuransi dalam Pembangunan Pembangkit "Geothermal"

Kompas.com - 08/11/2016, 09:46 WIB
Ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP). KOMPAS/YULVIANUS HARJONOIlustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP).
EditorAprillia Ika

Di Jawa Tengah, PT Geo Dipa Energi juga mengelola Lapangan Dieng.  Sedangkan dibeberapa lapangan panas bumi di luar Jawa yang sudah di eksplorasi dan dieksploitasi yaitu di Sibayak (PGE) Sumatera Utara, Ulubelu (PGE) Lampung (Sumatera Selatan) dan Lahedong (PGE) Sulawesi Utara.  

Namun, kontribusi PLTP Indonesia dalam sistem kelistrikan nasional masih kecil jumlahnya dibandingkan pengembangan PLTP di Filipina, karena pembangunan PLTP di Indonesia terkendala dengan nilai keekonomiannya (rendahnya harga jual listrik ke PLN).

Selain itu, walaupun pemerintah sudah menaikan harga listrik panas bumi, namun masih belum banyak membantu pengembangan PLTP.  Apa sebabnya?

Penyebabnya,  menurut Riki, yakni biaya eksplorasi sumur dan pengembangan serta biaya persiapan infrastruktur masih tinggi. Saat ini total biaya  pembangunan sumur panas bumi  sekitar 7 juta dollar AS per sumur.  

Estimasi total biaya secara keseluruhan saat ini termasuk sumur-sumur dan sistem di atas permukaan tanah (Steamfield Above Ground System) untuk PLTP di Indonesia sekitar 4 juta dollar AS sampai 5 juta dollar AS per megawatt (MW).

Biaya infrastruktur seperti penyediaan jalan dan lahan serta tiga sumur pengeboran eksplorasi itu layaknya ditanggung oleh pemerintah agar harga listrik panas bumi bisa sekitar 12 sen dollar AS  per kWh.  

"Perlu dicatat bahwa saat ini biaya pengeboran sumur eksplorasi dan persiapan infrastruktur di lapangan seperti jalan dan pembebasan lahan menjadi tanggung jawab pengembang.  Kegiatan ini masih sulit untuk mendapatkan pendanaan atau pinjaman dari bank," tulis Riki.

Saat ini lembaga pembiayaan atau pun bank enggan mengucurkan pembiayaan eksplorasi sebab menilai risiko kegagalan tinggi.

Oleh sebab itu, Riki menilai pentingnya keberadaan asuransi untuk memitigasi kerugian biaya akibat kegagalan pengeboran eksplorasi. Hadirnya asuransi juga dapat meminimalisir pendanaan proyek (project financing).  

BUMN di sektor panas bumi seperti Geodipa, PLN dan Pertamina perlu melakukan percontohan sebagai langkah terobosan.  Sehingga akan lebih banyak pembiayaan untuk mendorong eksplorasi panas bumi.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.