Menkeu: OTT Pegawai Ditjen Pajak oleh KPK Bukan karena "Tax Amnesty"

Kompas.com - 24/11/2016, 15:57 WIB
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan, penangkapan pegawai Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bukan terkait program pengampunan pajak atau tax amnesty.

Sri pun enggan berspekulasi mengenai kasus tersebut. Sri menegaskan, pihaknya menyerahkan kasus tersebut kepada penyelidikan KPK. Selain itu, dari sisi internal juga akan melakukan upaya guna meminimalkan dampak dan mempercepat tindakan.

"Kalau ini tidak ada hubungannya dengan tax amnesty," kata Sri di sela-sela acara Kompas 100 CEO Forum di Jakarta, Kamis (24/11/2016).

KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Menteri Keuangan Sri Mulyani saat acara Kompas 100 CEO Forum di Jakarta Convention Center, Kamis (24/11/2016). Para CEO yang tercatat dalam indeks Kompas 100 berkumpul dan berdiskusi dalam Kompas 100 CEO Forum.
Sri menjelaskan, penangkapan pegawai Ditjen Pajak tersebut adalah terkait kewajiban pajak yang harus dibayar pada tahun 2016.

Wajib pajak ingin agar pajaknya dikurangi atau bahkan dihilangkan. Oleh sebab itu, lanjut Sri, wajib pajak melakukan penyuapan terhadap pegawai Ditjen Pajak agar pajaknya dihilangkan.

Menurut Sri, tentu saja ini menguntungkan perusahaan dan oknum, serta merugikan negara. Sri mengungkapkan, kalau database alias basis data perpajakan semakin bagus, maka ketika ada perusahaan atau wajib pajak yang tidak membayar pajak dapat segera dideteksi.

"Makanya, investasi di bidang IT. Sistem database akan menjadi penting karena dalam pembayaran pajak bisa terus dimonitor, dan pengawasan kepada pegawainya itu sendiri terus dilakukan," ungkap Sri.

Kompas TVAkibat Ditjen Pajak Tersangkut Suap
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.