Mengapa Indonesia Tak Terkena Kebijakan Imigrasi Trump?

Kompas.com - 31/01/2017, 11:40 WIB
Presiden AS Donald Trump mulai menjalankan tugas eksekutifnya di Ruang Oval, Gedung Putih, Amerika Serikat. Elle Decor/Getty ImagesPresiden AS Donald Trump mulai menjalankan tugas eksekutifnya di Ruang Oval, Gedung Putih, Amerika Serikat.
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

WASHINGTON, KOMPAS.com - Presiden AS Donald Trump akhir pekan lalu memberlakukan larangan imigrasi terhadap warga dari tujuh negara muslim.

Perintah yang diteken Trump tersebut berisi larangan masuk ke wilayah AS dalam 90 hari bagi warga negara Suriah, Iran, Irak, Yaman, Sudan, Somalia, dan Libya.

Di luar daftar negara tersebut, ada beberapa negara-negara mayoritas muslim, namun tak masuk dalam daftar tersebut.

Mengutip The Washington Post, Selasa (31/1/2017), juru bicara Citizens for Responsibility and Ethics Jordan Libowitz menyatakan, Trump kini menghadapi pertanyaan apakah dia merancang aturan baru dengan mempertimbangkan kepentingan bisnisnya sendiri?

"Ia harus menjual bisnisnya keluar dari lingkarannya dan menempatkan asetnya di perusahaan pengelola aset independen. Kalau tidak, maka setiap keputusan yang dia keluarkan akan membuat banyak orang bertanya apakah ia membuat keputusan ini atas kepentingan warga AS atau dirinya sendiri," ungkap Jordan Libowitz.

Perintah larangan imigrasi itu tidak menyebutkan Arab Saudi, yang merupakan negara asal 15 dari 19 teroris yang bertanggung jawab atas serangan 11 September 2001. Di negara ini, Trump memiliki bisnis dengan beberapa perusahaan untuk persiapan pembangunan sebuah hotel.

Akan tetapi, perusahaan milik Trump membatalkan kerja sama itu pada Desember 2016, mengindikasikan bahwa proyek tidak dilanjutkan.

Indonesia juga negara dengan mayoritas muslim terbesar di dunia. Di sini, Trump ada dua proyek resor yang mengusung nama Trump akan dibangun di Indonesia dengan bermitra bersama perusahaan lokal.

"Kita tidak tahu apa yang menjadi motif yang mendasari keputusan presiden ini. Dari yang bisa dilihat dari kampanye dan tindakannya sejak menjadi presiden, apa yang menjadi hal pertama dan utama dalam pikirannya adalah kepentingannta sendiri dan obsesi terhadap brand-nya," ungkap Kamal Essaheb, direktur kebijakan dan advokasi National Immigration Law Center.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Erick Thohir Janji Akan Copot Komisaris BUMN yang Jarang Hadir Rapat

Erick Thohir Janji Akan Copot Komisaris BUMN yang Jarang Hadir Rapat

Whats New
Fakta GBK, Aset Negara Bernilai Paling Mahal, Sebagian Dikelola Swasta

Fakta GBK, Aset Negara Bernilai Paling Mahal, Sebagian Dikelola Swasta

Whats New
Erick Thohir Buka Suara Soal Adanya Komisaris BUMN yang Rangkap Jabatan

Erick Thohir Buka Suara Soal Adanya Komisaris BUMN yang Rangkap Jabatan

Whats New
5 Kesalahan Finansial yang Perlu Dihindari oleh Pasangan Baru Nikah

5 Kesalahan Finansial yang Perlu Dihindari oleh Pasangan Baru Nikah

Smartpreneur
Schneider Electric Gandeng iMasons untuk Perkuat Industri Infrastruktur Digital

Schneider Electric Gandeng iMasons untuk Perkuat Industri Infrastruktur Digital

Rilis
[POPULER MONEY] Tahapan yang Dilalui Penumpang Lion | Defisit Selalu Ditambal dengan Utang

[POPULER MONEY] Tahapan yang Dilalui Penumpang Lion | Defisit Selalu Ditambal dengan Utang

Whats New
Kader Gerindra Jadi Eksportir Lobster, Edhy: Keputusan Bukan Saya, Tapi Tim

Kader Gerindra Jadi Eksportir Lobster, Edhy: Keputusan Bukan Saya, Tapi Tim

Whats New
Erick Thohir Ingin Rampingkan BUMN Hingga Tersisa 40 Perusahaan Saja

Erick Thohir Ingin Rampingkan BUMN Hingga Tersisa 40 Perusahaan Saja

Whats New
Fakta Lobster, Dulunya Makanan Orang Miskin dan Narapidana

Fakta Lobster, Dulunya Makanan Orang Miskin dan Narapidana

Whats New
Erick Thohir: Jangan Hanya Siap Diangkat menjadi Pejabat, Tapi juga Harus Siap Dicopot

Erick Thohir: Jangan Hanya Siap Diangkat menjadi Pejabat, Tapi juga Harus Siap Dicopot

Whats New
Perkuat Aplikasi Pangan, BGR Logistics Gandeng HARA Technology

Perkuat Aplikasi Pangan, BGR Logistics Gandeng HARA Technology

Whats New
Pandemi Corona, Laba Produsen Mi Instan Korea Melonjak 361 Persen

Pandemi Corona, Laba Produsen Mi Instan Korea Melonjak 361 Persen

Whats New
Ada Pandemi Covid-19, Bagaimana Nasib Pendanaan Ibu Kota Baru?

Ada Pandemi Covid-19, Bagaimana Nasib Pendanaan Ibu Kota Baru?

Whats New
Melihat Peluang Bisnis Berpotensi Cuan Saat New Normal, Ini Caranya

Melihat Peluang Bisnis Berpotensi Cuan Saat New Normal, Ini Caranya

Work Smart
Penuhi Kebutuhan di Masa Pandemi, Belanja “Online” Jadi Solusi

Penuhi Kebutuhan di Masa Pandemi, Belanja “Online” Jadi Solusi

Spend Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads X