Kompas.com - 01/02/2017, 11:01 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah menetapkan 40 persen dari total penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada tahun ini harus diarahkan ke sektor produktif. Adapun target penyaluran KUR pada tahun 2017 mencapai Rp 110 triliun.

Lalu, mengapa sebenarnya penyaluran KUR pada tahun ini lebih digenjot untuk sektor produktif?

Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Asmawi Syam menerangkan, hal ini tidak terlepas dari kondisi permintaan dan penawaran yang tidak seimbang di Indonesia.

Asmawi menerangkan, permintaan akan konsumsi di dalam negeri Indonesia sangat besar, mengingat pasar dalam negeri Indonesia sangat besar pula. Akan tetapi, permintaan untuk konsumsi yang besar ini tidak diimbangi dengan produksi yang memadai.

“Akhirnya impor, apa saja. Orang Indonesia menjadi sibuk berdagang dan impor,” ujar Asmawi di kantornya di Jakarta, Selasa (31/1/2017).

Asmawi menuturkan, dengan banyak dan melimpahnya penyaluran kredit kepada sektor perdagangan, pada akhirnya usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang ada di Indonesia bisa jadi hanya mencakup sektor perdagangan dan tidak ada yang bergerak di sektor produktif.

Hal ini tentu akan merugikan perekonomian nasional. Menurut Asmawi, dengan pergeseran fokus penyaluran KUR ke sektor produktif, maka Indonesia dapat sebisa mungkin memproduksi berbagai hal di dalam negeri.

Selain itu, penyaluran KUR ke sektor produktif lebih banyak memberikan dampak rentetan atau multiplier effect ketimbang penyaluran ke sektor perdagangan.

Tidak menutup kemungkinan bahwa ke depan porsi penyaluran KUR ke sektor produktif akan ditingkatkan, semisal menjadi 50 maupun 60 persen. Dengan demikian, permintaan dan penawaran di Indonesia akan seimbang, sama halnya dengan keseimbangan antara sektor perdagangan dan produktif.

“Kalau (penyaluran) KUR ke sektor produktif multiplier effect-nya lebih besar, dari mulai tenaga kerja atau proses produksinya,” jelas Asmawi.

Sekadar informasi, hingga akhir tahun 2016 BRI telah menyalurkan KUR dengan total nilai mencapai Rp 69,4 triliun kepada kurang lebih 3,9 juta debitor. Dengan demikian, BRI menyumbang 91,1 persen dari total penyaluran KUR nasional.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penyambungan Akun Bank dan E-Wallet Prakerja Maksimal 10 Desember, Ini Caranya

Penyambungan Akun Bank dan E-Wallet Prakerja Maksimal 10 Desember, Ini Caranya

Whats New
Pentingnya Efikasi Diri Para “Survivor” Setelah Restrukturisasi Perusahaan

Pentingnya Efikasi Diri Para “Survivor” Setelah Restrukturisasi Perusahaan

Work Smart
Buruh Soroti Pasal RKUHP, Mulai dari Pekerja Wanita Bekerja Shift Malam Hingga Unjuk Rasa Dipersulit

Buruh Soroti Pasal RKUHP, Mulai dari Pekerja Wanita Bekerja Shift Malam Hingga Unjuk Rasa Dipersulit

Whats New
IHSG Ditutup Melemah 7 Hari Berturut-turut

IHSG Ditutup Melemah 7 Hari Berturut-turut

Whats New
Dukung UMKM dan Buka Lapangan Kerja, Erick Thohir Jadi Salah Satu Menteri Berkinerja Terbaik

Dukung UMKM dan Buka Lapangan Kerja, Erick Thohir Jadi Salah Satu Menteri Berkinerja Terbaik

Whats New
Harga Emas Antam Tembus Rp 1 Juta Per Gram, Simak Rinciannya

Harga Emas Antam Tembus Rp 1 Juta Per Gram, Simak Rinciannya

Spend Smart
KAI Tebar Diskon Tiket Kereta Api Jelang Natal dan Tahun Baru, Cek Harganya

KAI Tebar Diskon Tiket Kereta Api Jelang Natal dan Tahun Baru, Cek Harganya

Whats New
BI Perkirakan Fed Funds Rate Akan Naik 50 Basis Poin pada Desember 2022

BI Perkirakan Fed Funds Rate Akan Naik 50 Basis Poin pada Desember 2022

Whats New
Aplikasi SFAST untuk Investasi, Apa Saja Keunggulannya?

Aplikasi SFAST untuk Investasi, Apa Saja Keunggulannya?

Earn Smart
BSBK Bakal Bangun Mal Ketiga di Balikpapan Superblock

BSBK Bakal Bangun Mal Ketiga di Balikpapan Superblock

Rilis
Mengenal Istilah ARB di Bursa Efek

Mengenal Istilah ARB di Bursa Efek

Earn Smart
Cuma Menabung 1 Bulan Bisa Dapat “Cashback” Jutaan Rupiah? Begini Caranya

Cuma Menabung 1 Bulan Bisa Dapat “Cashback” Jutaan Rupiah? Begini Caranya

BrandzView
Citibank Gandeng Home Credit Luncurkan Fasilitas Pembiayaan Sosial Senilai Rp 275 Miliar

Citibank Gandeng Home Credit Luncurkan Fasilitas Pembiayaan Sosial Senilai Rp 275 Miliar

Whats New
Tebar Kebaikan, Sido Muncul Bantu Operasi Katarak Gratis bagi 150 Penderita di Bandung

Tebar Kebaikan, Sido Muncul Bantu Operasi Katarak Gratis bagi 150 Penderita di Bandung

BrandzView
Debat Panas Stok Beras Kementan Vs Bulog, Jokowi sampai Turun Tangan

Debat Panas Stok Beras Kementan Vs Bulog, Jokowi sampai Turun Tangan

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.