Menempatkan Dana Darurat di Tabungan, Deposito, ataukah Reksa Dana Pasar Uang?

Kompas.com - 03/02/2017, 10:37 WIB
Tabungan juga sebaiknya dimiliki oleh pasangan, seperti apapun kesepakatan pengelolaannya. THINKSTOCKPHOTOSTabungan juga sebaiknya dimiliki oleh pasangan, seperti apapun kesepakatan pengelolaannya.
EditorBambang Priyo Jatmiko

KOMPAS.com - Dalam konsep perencanaan keuangan, dana darurat adalah prioritas pertama yang harus dipenuhi. Memiliki dana darurat pada dasarnya lebih penting daripada memiliki asuransi dan investasi. Ketika sudah terkumpul, apa instrumen yang paling tepat untuk penempatan dana darurat?

Besaran dana darurat yang ideal bisa berbeda antara pakar perencana keuangan yang satu dengan yang lain. Menurut pendapat saya, idealnya dana darurat adalah 3-6 bulan kebutuhan hidup untuk lajang, dan 6-12 bulan kebutuhan hidup untuk yang sudah berkeluarga.

Untuk bisa mengumpulkan nilai ini tentu tidak mudah. Jika diasumsikan seseorang baru bekerja dengan gaji UMR di Jakarta sebesar Rp 3.3 juta dan kebutuhan hidup Rp 2,5 juta, tentu dana darurat yang harus dimiliki antara Rp 7,5 juta – Rp 15 juta untuk lajang dan Rp 15 juta – Rp 30 juta untuk yang sudah berkeluarga.

Besaran dana ini bisa dikumpulkan secara perlahan dari sisa penghasilan setiap bulan, THR, kemudian bonus dan komisi penjualan (jika ada). Dengan disiplin keuangan yang baik, seharusnya target memiliki dana darurat yang ideal bisa tercapai.

Yang menjadi pertanyaan adalah instrumen apa yang paling baik untuk dana darurat ini? Apakah disimpan dalam bentuk uang tunai di bawah bantal atau tabungan di bank sehingga mudah untuk diambil? Deposito di bank agar mendapatkan bunga dari hasil pengembangannya? Atau di reksa dana pasar uang yang memiliki karakteristik sangat aman dan konservatif?

Dana darurat sebaiknya harus mudah untuk diambil jika membutuhkan. Untuk itu uang tunai atau tabungan bisa menjadi pilihan apabila faktor kemudahan diutamakan. Namun mengingat kondisi darurat tidak terjadi setiap hari, rasanya agak sayang juga kalau uang tersebut tidak mendapat bunga atau harus membayar biaya administrasi setiap bulannya.

Agar bisa mendapatkan bunga atau hasil yang lebih tinggi, masyarakat bisa menempatkan dana darurat dalam bentuk deposito. Hanya saja perlu diketahui bahwa minimal untuk membuka deposito adalah Rp 8 juta.

Untuk itu, jika dananya masih Rp 1-2 juta, tentu masih belum bisa. Selain itu, deposito memiliki jangka waktu. Apabila pencairan dilakukan sebelum jangka waktu, bisa dikenakan penalty sesuai ketentuan bank.

Ada satu lagi alternatif yaitu reksa dana pasar uang. Kebijakan investasi dari reksa dana pasar uang adalah melakukan penempatan instrumen surat berharga jangka pendek (di bawah 1 tahun) seperti giro, deposito dan obligasi.

Karena dana kelolaan yang relatif besar, reksa dana pasar uang bisa mendapatkan bunga deposito yang cukup kompetitif dibandingkan masyarakat umum. Selain itu, reksa dana pasar uang juga bisa berinvestasi pada obligasi jangka pendek yang umumnya dapat memberikan bunga di atas deposito.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Susi Pernah Borong 30 Pesawat, Sandiaga Uno: Kayak Beli Kacang

Susi Pernah Borong 30 Pesawat, Sandiaga Uno: Kayak Beli Kacang

Whats New
Semester I-2020, Fintech Ini Catat Penyaluran Pinjaman Naik 15 Persen

Semester I-2020, Fintech Ini Catat Penyaluran Pinjaman Naik 15 Persen

Whats New
Pangsa Pasar Bank Asing Masih Kecil di RI, Begini Rinciannya

Pangsa Pasar Bank Asing Masih Kecil di RI, Begini Rinciannya

Whats New
Catat, Cara Mantap Dapatkan Penghasilan Tambahan dari Bisnis Makanan Rumahan

Catat, Cara Mantap Dapatkan Penghasilan Tambahan dari Bisnis Makanan Rumahan

BrandzView
Luncurkan #TerusUsaha di Manado, Grab Bantu UMKM Bertransformasi Digital

Luncurkan #TerusUsaha di Manado, Grab Bantu UMKM Bertransformasi Digital

Whats New
Alami Kecelakaan Kerja Selama WFH Tetap Ditanggung BPJamsostek

Alami Kecelakaan Kerja Selama WFH Tetap Ditanggung BPJamsostek

Whats New
Serius Jadi Pemain Terbesar di Platform Digital, Telkom Bangun Hyperscale Data Center

Serius Jadi Pemain Terbesar di Platform Digital, Telkom Bangun Hyperscale Data Center

Whats New
Pekerja Sektor Ketenagalistrikan Tolak RUU Cipta Kerja, ini Alasannya

Pekerja Sektor Ketenagalistrikan Tolak RUU Cipta Kerja, ini Alasannya

Whats New
Pengusaha: Kita Asyik Bangun Infrastruktur, tapi Lalai Kembangkan Industrinya

Pengusaha: Kita Asyik Bangun Infrastruktur, tapi Lalai Kembangkan Industrinya

Whats New
Pandemi Covid-19 Bikin Ketidakpastian terhadap Produktivitas dan Penyerapan Tembakau

Pandemi Covid-19 Bikin Ketidakpastian terhadap Produktivitas dan Penyerapan Tembakau

Whats New
Bank Jago Bakal Kembangkan Layanan Tech Base Bank, Apa Itu?

Bank Jago Bakal Kembangkan Layanan Tech Base Bank, Apa Itu?

Whats New
Menteri Teten: 789.000 UMKM Sudah Go Digital

Menteri Teten: 789.000 UMKM Sudah Go Digital

Whats New
Presiden hingga Pejabat Eselon II Tak Dapat THR, Belanja Pegawai Turun

Presiden hingga Pejabat Eselon II Tak Dapat THR, Belanja Pegawai Turun

Whats New
Kecuali STAN dan STMKG, Sekolah Kedinasan Tetap Dibuka Tahun Ini

Kecuali STAN dan STMKG, Sekolah Kedinasan Tetap Dibuka Tahun Ini

Whats New
Tanggapi Pembentukan Nusantara Life, Nasabah Jiwasraya: Kami Ingin Uang Kami Kembali

Tanggapi Pembentukan Nusantara Life, Nasabah Jiwasraya: Kami Ingin Uang Kami Kembali

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X