Kabupaten Malaka dan Belu NTT Akan Dikembangkan Jadi Sentra Jagung dan Sapi

Kompas.com - 07/02/2017, 17:09 WIB
Mentan Andi Amran Sulaiman saat menerima kunjungan Bupati Belu, Nusa Tengara Timur (NTT) Willy Lay dan Bupati Malaka NTT Stefanus Bria Seran di Kantor Kementan, Jakarta, Senin (6/2/2017).  Pramdia Arhando JuliantoMentan Andi Amran Sulaiman saat menerima kunjungan Bupati Belu, Nusa Tengara Timur (NTT) Willy Lay dan Bupati Malaka NTT Stefanus Bria Seran di Kantor Kementan, Jakarta, Senin (6/2/2017). 
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman berjanji akan mengembangkan lahan pertanian komoditas jagung dan sentra peternakan sapi di wilayah perbatasan.

Hal itu diungkapkan Mentan saat menerima kunjungan Bupati Belu, Nusa Tengara Timur (NTT) Willy Lay dan Bupati Malaka NTT Stefanus Bria Seran di Kantor Kementan, Jakarta.

Amran menjelaskan, terkait rencana pengembangan komoditas jagung di Kabupaten Malaka pada tahun 2017, ditargetkan akan menggunakan lahan seluas 10.000 hektar dan secara bertahap menjadi 50.000 hektar.

Sementara untuk Kabupaten Belu akan difokuskan pada pembangunan sentra sapi indukan dan sapi perah dengan target 100.000 ekor secara bertahap dalam lima tahun ke depan, atau 20.000 ekor per tahun.

"Wilayah perbatasan kita bangun dan dijadikan lumbung pangan untuk ekspor ke negara tetangga.  Ini sesuai arahan Bapak Presiden membangun mulai dari pinggiran," ujar Amran.

Dia menjelaskan, pengembangan jagung di Kabupaten Malaka akan mendapatkan bantuan berupa benih dan pupuk, traktor roda empat sebanyak 10 unit,  pompa air 10 unit dan exavator.

Menurutnya, bantuan berupa peralatan teknis dan benih, serta pupuk akan ditingkatkan seiring penilaian atau evaluasi. Sementara, untuk pendanaan pengembangan sapi diharapkan dari kredit  perbankan. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bupati Malaka Stefanus Bria Seran mengatakan, petani di wilayahnya hanya memiliki lahan sebagai satu-satunya aset. Apabila disiapkan bantuan dan modal, tentunya akan meningkatkan produksi jagung sehingga mampu menyejahterakan petani.

"Saya yakin produksi jagung akan melimpah, dibangun industri pakan ternak, dipasarkan di dalam negeri dan siap diekspor ke Timor Leste.  Petani kami akan lebih sejahtera," ungkap Stefanus.

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut, Bupati Belu dan Bupati Malaka segera mengkoordinasikan langkah operasional  dan teknis di lapangan dan Menteri Pertanian menjadwalkan mengunjungi ke lokasi tersebut.

Kementerian Pertanian (Kementan) optimistis mampu mewujudkan membangun lumbung pangan di lima wilayah perbatasan yakni Kepulauan Riau, Entikong Kalimantan Barat, Nusa Tengga Timur, Maluku, dan Merauke.

Targetnya, Kepulauan Riau untuk suplai ekspor ke Singapura. Kemudian Entikong, Kalimantan Barat untuk mengekspor ke Malaysia. Selanjutnya Nusa Tenggara Timur untuk suplai ke Timor Timur, dan Merauke untuk mengeskpor ke Fiji.

Baca tentang


25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X