Neraca Pembayaran Indonesia Surplus 4,5 Miliar Dollar AS pada Kuartal IV 2016

Kompas.com - 10/02/2017, 20:57 WIB
Gedung Bank Indonesia di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. KOMPAS IMAGESGedung Bank Indonesia di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) melaporkan, Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) kuartal IV 2016 surplus sebesar 4,5 miliar dollar AS. Surplus NPI kuartal IV 2016 mendorong kenaikan posisi cadangan devisa menjadi sebesar 116,4 miliar dollar AS pada akhir kuartal IV 2016.

Jumlah cadangan devisa tersebut cukup untuk membiayai kebutuhan pembayaran impor dan utang luar negeri pemerintah selama 8,4 bulan dan berada di atas standar kecukupan internasional.

"Untuk keseluruhan tahun, kinerja NPI 2016 membaik ditopang oleh penurunan defisit transaksi berjalan dan kenaikan surplus transaksi modal dan finansial," jelas Direktur Eksekutif

Departemen Komunikasi BI Tirta Segara dalam pernyataan resmi, Jumat (10/2/2017). NPI 2016 mencatat surplus 12,1 miliar dollar AS setelah tahun sebelumnya mengalami defisit 1,1 miliar dollar AS.

Defisit transaksi berjalan turun dari 17,5 miliar dollar AS atau 2 persen dari produk domestik bruto (PDB) pada 2015 menjadi 16,3 miliar dollar AS atau 1,8 persen dari PDB di 2016 didukung perbaikan kinerja neraca perdagangan barang dan jasa.

Surplus neraca perdagangan meningkat karena penurunan impor yang lebih besar dibandingkan dengan penurunan ekspor. Meskipun demikian, laju penurunan impor di 2016 tidak sedalam pada 2015 sejalan dengan membaiknya perekonomian domestik.

"Demikian pula halnya dengan laju penurunan ekspor yang tidak sedalam tahun sebelumnya karena didukung meningkatnya harga komoditas global," ujar Tirta.

Defisit neraca perdagangan jasa juga menurun mengikuti penurunan impor barang. Di sisi lain, surplus transaksi modal dan finansial tahun 2016 meningkat signifikan menjadi 29,2 miliar dollar AS, dari sebelumnya 16,8 miliar dollar AS pada 2015.

Peningkatan tersebut terutama didorong oleh kenaikan surplus investasi langsung dan investasi portofolio serta penurunan defisit investasi lainnya sejalan dengan masih baiknya persepsi pelaku ekonomi terhadap perekonomian domestik dan implementasi program pengampunan pajak yang berjalan dengan baik.

"Ke depan, Bank Indonesia akan terus mewaspadai perkembangan global, khususnya risiko terkait arah kebijakan AS dan China serta meningkatnya harga minyak dunia, yang dapat memengaruhi kinerja neraca pembayaran secara keseluruhan," ungkap Tirta.

Bank sentral, imbuh dia, meyakini kinerja NPI akan semakin baik didukung bauran kebijakan moneter dan makroprudensial, serta penguatan koordinasi kebijakan dengan pemerintah, khususnya dalam mendorong percepatan reformasi struktural.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X