Maret 2017, DKI Jakarta Alami Inflasi 0,05 Persen

Kompas.com - 04/04/2017, 05:37 WIB
Pedagang sayur mayur menyiapkan dagangannya di Pasar Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (8/7/2015). Pemerintah berkomitmen mengendalikan inflasi sesuai dengan karakteristik daerah. Pengendalian tersebut dibagi menjadi empat kategori, yaitu ketersediaan pasokan bahan pokok, keterjangkauan harga bahan pokok, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif. KOMPAS / AGUS SUSANTOPedagang sayur mayur menyiapkan dagangannya di Pasar Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (8/7/2015). Pemerintah berkomitmen mengendalikan inflasi sesuai dengan karakteristik daerah. Pengendalian tersebut dibagi menjadi empat kategori, yaitu ketersediaan pasokan bahan pokok, keterjangkauan harga bahan pokok, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif.
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DKI Jakarta melaporkan, inflasi indeks harga konsumen (IHK) Ibukota mencapai 0,05 persen secara bulanan (mtm) pada Maret 2017.

Angka ini lebih rendah dibandingkan rata-rata tiga tahun sebelumnya, yakni 0,18 persen (mtm). Dengan demikian, inflasi DKI Jakarta secara tahun kalender mencapai 1,37 persen (ytd).

Terjadinya deflasi pada kelompok bahan makanan mendorong rendahnya inflasi bulan ini sehingga mampu menahan dampak inflasi akibat pencabutan subsidi listrik pelanggan 900 VA tahap II yang diberlakukan pada awal Maret 2017.

"Turunnya harga sebagian besar kelompok volatile food (harga pangan bergejolak) menjadi faktor pendorong rendahnya tekanan inflasi Maret 2017. Turunnya harga pangan terutama bersumber dari harga bumbu-bumbuan," kata Kepala KPw BI DKI Jakarta Doni P Joewono dalam keterangan resmi, Senin (3/4/2017).

Harga cabai merah dan cabai rawit turun 11,06 persen (mtm) dan 12,80 persen (mtm). Adapun harga telur ayam turun 2,11 persen (mtm) dan harga beras turun 0,19 persen (mtm).

Kebijakan pencabutan subsidi listrik 900 VA tahap II pada 1 Maret 2017, hanya sedikit mendorong beberapa komoditas pada kelompok inflasi inti.

Komoditas utama yang terdampak adalah harga kontrak rumah dan sewa rumah, yang masing-masing naik 0,42 persen (mtm) dan 0,11 persen (mtm).

Terjaganya inflasi inti juga didorong turunnya indeks harga emas perhiasan sebesar 0,68 persen (mtm), yang pada bulan sebelumnya naik 3,67 persen (mtm), sejalan dengan penurunan harga emas internasional.

"Memerhatikan berbagai kebijakan pemerintah pada komoditas terkait energi, perkembangan harga-harga dan pantauan terhadap beberapa komoditas di pasar-pasar di Jakarta hingga Maret 2017, inflasi pada April 2017 diperkirakan tetap terjaga," ujar Doni.

Pergerakan harga-harga komoditas internasional, terutama yang dapat memengaruhi dinamika harga-harga domestik akan tetap diwaspadai, agar dapat mengambil langkah-langkah kebijakan yang diperlukan untuk memitigasi pengaruhnya terhadap perkembangan harga-harga secara umum.

(Baca: Di Luar Dugaan, Terjadi Deflasi 0,02 persen Pada Maret 2017)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gandeng Digidata, Bank BJB Permudah Verifikasi Calon Nasabah

Gandeng Digidata, Bank BJB Permudah Verifikasi Calon Nasabah

Whats New
Subsidi Gaji Rp 1 Juta untuk Pekerja Segera Cair, Ini Kriteria dan Cara Cek Penerimanya

Subsidi Gaji Rp 1 Juta untuk Pekerja Segera Cair, Ini Kriteria dan Cara Cek Penerimanya

Whats New
Kalbe Bakal Tebar Dividen Rp 35 per Saham

Kalbe Bakal Tebar Dividen Rp 35 per Saham

Whats New
CT Tunjuk Mantan Direktur BRI Indra Utoyo sebagai Dirut Allo Bank

CT Tunjuk Mantan Direktur BRI Indra Utoyo sebagai Dirut Allo Bank

Whats New
Pasar Data Center Tumbuh Pesat, Telkom Hadirkan NeutraDC

Pasar Data Center Tumbuh Pesat, Telkom Hadirkan NeutraDC

Whats New
Bank Dunia Gelontorkan Rp 441 Triliun Buat Tangani Krisis Pangan, Ini 4 Prioritasnya

Bank Dunia Gelontorkan Rp 441 Triliun Buat Tangani Krisis Pangan, Ini 4 Prioritasnya

Whats New
IHSG Berakhir di Zona Hijau, Rupiah Masih Melemah

IHSG Berakhir di Zona Hijau, Rupiah Masih Melemah

Whats New
Dunia Bergejolak, Sri Mulyani Proyeksi Inflasi 2022 Dekati 4 Persen

Dunia Bergejolak, Sri Mulyani Proyeksi Inflasi 2022 Dekati 4 Persen

Whats New
Anggaran Subsidi Energi Bengkak, Harga Pertalite Tetap Tidak Naik

Anggaran Subsidi Energi Bengkak, Harga Pertalite Tetap Tidak Naik

Whats New
Niat Cuma Bantu Suami, Istri Ojol Ini Tak Menyangka Bisnisnya Malah Sukses

Niat Cuma Bantu Suami, Istri Ojol Ini Tak Menyangka Bisnisnya Malah Sukses

Smartpreneur
Harga Minyak Dunia Bergejolak, Anggaran Subsidi Energi Bengkak Jadi Rp 443,6 Triliun

Harga Minyak Dunia Bergejolak, Anggaran Subsidi Energi Bengkak Jadi Rp 443,6 Triliun

Whats New
Punya Growth Mindset saat Bekerja, Pentingkah?

Punya Growth Mindset saat Bekerja, Pentingkah?

Work Smart
Polda Jatim Ringkus Mafia Pupuk dan Amankan 279,45 Ton Pupuk Subsidi, Mentan SYL Berikan Apresiasi

Polda Jatim Ringkus Mafia Pupuk dan Amankan 279,45 Ton Pupuk Subsidi, Mentan SYL Berikan Apresiasi

Rilis
IHSG Mulai Pulih, Simak Cara Mengatur Portofolio Investasi

IHSG Mulai Pulih, Simak Cara Mengatur Portofolio Investasi

Earn Smart
Diterpa Sentimen 'Sell in May and Go Away', Apakah IHSG Masih Menarik?

Diterpa Sentimen "Sell in May and Go Away", Apakah IHSG Masih Menarik?

Earn Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.