Indeks Pembangunan Manusia Indonesia Kalah dari Malaysia dan Turki

Kompas.com - 04/04/2017, 10:53 WIB
KOMPAS.com/ESTU SURYOWATI Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo menerima buku Menuju Ketangguhan Ekonomi: Sumbang Saran 100 Ekonom, dalam peluncuran, di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (4/4/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam laporan terbaru the United Nations Development Programme (UNDP) yang dirilis bulan Maret menunjukkan kualitas manusia Indonesia kalah dari negara tetangga Malaysia. Kualitas manusia Indonesia juga lebih rendah dari Turki.

Arif Budimanta Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri (KEIN) mengatakan, indeks pembangunan manusia (IPM) Indonesia pada 2015 berada di peringkat 113, dengan skor 0,689.

"Malaysia ada di peringkat 59 dengan skor 0,789, dan Turki di peringkat 71 dengan skor 0,767," kata Arif dalam diskusi dan peluncuran buku Menuju Ketangguhan Ekonomi Sumbang Saran 100 Ekonom Indonesia, Jakarta, Selasa (4/4/2017).

Menurut Arif, pembangunan manusia yang berkualitas dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih baik.

Berdasarkan kajian KEIN, elastisitas IPM terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia cukup besar yaitu 7,925. Atas dasar itu, pembangunan dari pinggiran (assimetric development) yang menjadi salah satu aspek utama dalam Nawacita Presiden Joko Widodo menjadi penting.

Arif menilai, kebijakan Jokowi untuk memfokuskan pemerataan sudah sangat tepat. "Pemerataan berimplikasi pada pembangunan manusia, yang pada akhirnya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi," ucap Arif.

 

 



EditorAprillia Ika

Close Ads X