Mampu Wujudkan "Zero Fire", Desa-desa di Riau Ini Diganjar Rp 100 Juta

Kompas.com - 17/05/2017, 07:30 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

Program Desa Bebas Api ini sudah dilaksanakan sejak tahun 2014. Saat dimulai, baru empat desa yang mengikuti program ini. Kemudian hingga tahun 2017, program ini diikuti oleh 18 desa.

Naiknya jumlah desa yang mengikuti kegiatan ini disebut-sebut karena adanya reward yang diberikan kepada desa yang berhasil mencegah pembakaran lahan di wilayahnya.

"Hal ini merupakan komitmen perusahaan yang siap untuk melakukan pencegahan sejak dini ancaman kebakaran hutan dan lahan di tahun 2017 untuk mewujudkan Riau bebas asap seperti di tahun 2016 lalu," kata Rudi.

Berdasarkan catatan RAPP, kebakaran di sekitar pabrik sebelum adanya program Desa Bebas Api atau sebelum tahun 2014, terjadi di lebih dari 1000 hektar lahan dan hutan. Kemudian saat penerapan Desa Bebas Api atau pada tahun 2015, kebakaran hutan dan lahan terjadi di kurang dari 50 hektar.

Kepala Desa Dapat Rp 100 Juta (/B) Salah satu desa yang berhasil mewujudkan zero fire adalah desa Kuala Panduk.

Kepala Desa Kuala Panduk Tomjon menjelaskan desanya sudah mengikuti program "Desa Bebas Api" sebanyak tiga kali. Dia mengaku awalnya kesulitan saat meminta warganya agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Namun, dia menyebut selalu mengingatkan warga untuk tak membakar lahan di tiap kesempatan.

"Sama-samalah kita jaga kebun kita untuk tidak membakar lahan. Kemarin dibantu penyediaan alat berat juga sama RAPP, jadi kami pakai alat itu dan tidak membakar," kata Tomjon.

Dia menjelaskan, hadiah yang diterimanya secara non tunai itu akan dipergunakan untuk membangun tribun di lapangan bola di wilayahnya. "Sebelumnya kami juga dapat Rp 100 juta sudah buat bangun toilet di masjid. Kami punya 2 masjid," kata Tomjon.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.