Lebih irit Biaya, Uber Ajak Warga Medan Gunakan Transportasi Umum

Kompas.com - 07/06/2017, 14:00 WIB
|
EditorAprillia Ika

MEDAN, KOMPAS.com - April 2017 menjadi bulan perdana penggunaaan aplikasi mobilitas Uber di Kota Medan. Dengan aplikasi ini, warga dan pengunjung Kota Medan cukup menekan satu tombol di ponselnya lalu dapatkanlah perjalanan yang aman, andal dan terjangkau dalam hitungan menit dengan kendaraan roda empat dari layanan uberX.

Selain membantu mobilitas warga, kehadiran aplikasi ini juga diharapkan dapat membantu para pengunjung untuk menjelajah kota dengan mudah; mulai dari berwisata kuliner, berbelanja, hingga mengunjungi tempat-tempat wisata di sekitarnya.

Rosabelle Sibarani mewakili Uber Indonesia mengatakan, sebelum jatuh cinta dengan Uber, ada lima hal wajib yang perlu diketahui.

Pertama, menggunakan aplikasi Uber sangat mudah dan dapat diunduh gratis di Apple Store (pengguna iOS) dan Playstore (pengguna Android). Kedua, penumpang mengetahui biaya perjalanan sebelum memesan dan mengetahui total biaya perjalanannya.

"Biaya ini telah memperhitungkan semua faktor yang mempengaruhi biaya perjalanan, termasuk harga yang lebih tinggi jika permintaan meningkat sementara ketersediaan mitra terbatas seperti pada jam pulang setelah konser musik, kondisi hujan deras di Jumat malam, atau menjelang berbuka puasa," kata Rosa, Rabu (7/6/2017).

Selanjutnya, Uber memungkinkan penumpang mengganti lokasi tujuan akhir atau melakukan beberapa pemberhentian setelah perjalanan dimulai. Gunakan pilihan “Change” atau “Ubah” di aplikasi untuk melakukan perubahan lokasi. Biaya perjalanan akan menyesuaikan dengan perubahan tujuan.

Keempat, fitur keselamatan bagi penumpang sebelum, selama dan sesudah perjalanan. Dengan dukungan teknologi, Uber bisa fokus menghadirkan keamanan untuk penumpang maupun mitra pengemudi. Saat memesan kendaraan, penumpang bisa melihat nama dan foto pengemudi; jenis dan pelat nomor kendaraan serta posisinya di peta saat menjemput secara realtime.

Untuk memberikan ketenangan bagi keluarga atau kerabat tercinta, penumpang bisa membagikan status perjalanan melalui WhatsApp, email, maupun SMS, sehingga mereka selalu mengetahui posisi, tujuan, perkiraan waktu tiba, identitas pengemudi dan kendaraan langsung dari aplikasi. Baik penumpang maupun mitra pengemudi memiliki hak untuk memberikan rating bintang.

"Untuk menyampaikan keluhan dan kehilangan barang, penumpang bisa menggunakan fitur “Help” atau “Bantuan” di aplikasi. Terakhir, setiap perjalanan Uber diasuransikan dari kecelakaan lalu lintas," ucap Rosa sambil menambahkan, perlindungan asuransi hingga Rp 100 juta dari Allianz bagi pengguna maupun pengemudi yang berlaku sejak perjalanan di mulai sampai selesai.

"Berlaku sesuai jumlah penumpang yang diperbolehkan untuk tiap produk, yaitu empat orang untuk uberX. Jadi jangan memaksakan jumlah penumpang yang melebihi kapasitas kendaraan," pungkas dia.

Senior Public Policy Associate Uber Joana Octavia mengatakan, berdasarkan hasil penelitian AlphaBeta dengan menyurvei 1.000 pengguna Uber dan 4.000 mitra-pengemudi Uber di Jakarta, Bandung, Surabaya dan Bali serta pengolahan data infrastruktur transportasi dan perilaku perjalanan di 33 kota di Indonesia ini, ada berbagai potensi positif dari layanan ridesharing seperti Uber terhadap aspek kehidupan perkotaan di Indonesia jika pada tahun 2020 masyarakat mengadopsi skenario mobilitas bersama.

Dampak Positif

Menurutnya, saat ini diperkirakan beban keuangan akibat waktu tempuh perjalanan di kota-kota di Indonesia mencapai Rp 498 triliun (37 miliar dollar AS) per tahun dan dapat meningkat sebesar 41 persen di 2020.

Mobilitas bersama dapat memotong biaya ini hingga Rp 138 triliun (10 miliar dollar AS) secara nasional, di Medan sebesar Rp 5,7 triliun, di Palembang Rp 2,3 triliun, Makassar sebesar Rp 2 triliun, dan Pekanbaru sebesar Rp 1,8 triliun. Ini bisa dicapai dengan tiga hal, yaitu perjalanan yang lebih efisien terutama di daerah-daerah yang belum dilayani secara optimal oleh transportasi publik.

Waktu yang dihemat dari pencarian tempat parkir dan mengurangi kemacetan dengan mendorong konsep carpooling (berbagi perjalanan/nebeng) serta transportasi multimoda.

"Adopsi penggunaan layanan ridesharing seperti Uber secara luas bisa mengurangi 71 juta perjalanan dengan mobil dari jalan-jalan di Indonesia di tahun 2020," kata Joana.

Dibandingkan dengan memiliki mobil pribadi, menggunakan layanan ridesharing (berbagi tumpangan) bisa menghemat biaya mobilitas hingga 65 persen per tahunnya. Selain itu, ridesharing dalam kondisi ideal diproyeksikan berpotensi membuka kesempatan ekonomi bagi 7 juta masyarakat Indonesia, dan mengantarkan 400.000 masyarakat Indonesia ke dalam sistem keuangan atau perbankan.

"Survei kami terhadap para penumpang Uber menunjukkan bahwa 11 persen dari penumpang Uber yang sebelumnya menggunakan kendaraan pribadi, kini mengandalkan kombinasi ridesharing dan transportasi umum untuk bermobilitas. Ini mengindikasikan bahwa kehadiran Uber mengajak kita untuk menggunakan transportasi umum, khususnya warga Kota Medan," pungkas dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.