Gara-Gara "Brexit", Credit Suisse Akan PHK 1.500 Pegawai di London

Kompas.com - 09/06/2017, 13:03 WIB
Hasil akhir referendum Uni Eropa (UE) di Inggris, Kamis (23/6/2016), menunjukkan, 51,9 persen pemilih menghendaki negara itu keluar dari blok UE, setelah 43 tahun bergabung. DPA/A DelvinHasil akhir referendum Uni Eropa (UE) di Inggris, Kamis (23/6/2016), menunjukkan, 51,9 persen pemilih menghendaki negara itu keluar dari blok UE, setelah 43 tahun bergabung.
Penulis Aprillia Ika
|
EditorAprillia Ika

ZURICH, KOMPAS.com - Keputusan Inggris untuk berpisah dengan Uni Eropa membuat sejumlah bank besar pikir-pikir untuk tetap memiliki cabang di Inggris. Hal yang sama juga terjadi pada bank asal Swiss, Credit Suisse.

Bank yang berkantor pusat di Zurich ini berencana memangkas 1.500 pekerja di London di akhir tahun, menurut nara sumber yang mengetahui aksi ini. Upaya merumahkan karyawan di Inggris ini juga jadi upaya Credit Suisse untuk memangkas ongkos operasionalnya.

Ide pemangkasan karyawan tersebut datang setelah bank asal Swiss lain, UBS, berencana untuk memindahkan ratusan stafnya ke luar London, seiring Inggris yang bersiap berpisah dari Uni Eropa.

Baik UBS dan Credit Suisse bergabung dengan perbankan investasi AS yang mengalokasikan kantir cabang utama di London, sebagai akses menuju pasar Uni Eropa. Tapi gara-gara Brexit, atau peristiwa British Exit, memaksa dua bank Swiss tersebut mencari alternatif.

Bagi Credit Suisse, bank ini sudah berencana untuk merestrukturisasi cabangnya di London sejak 2015 di bawah CEO Tidjane Thiam. Pasalnya, tingginya bonus dan ongkos berbisnis di Inggris menggerus laba bank ini.

Besarnya skala pemangkasan pegawai bank di Inggris ini merefleksikan perubahan besar Inggris sebagai pusat keuangan Eropa. Sebelum melakukan pemangkasan, Credit Suisse memiliki 9.000 pegawai dan pegawai kontrak di London.

"Bagi bank Swiss, sangat penting untuk memiliki cabang di London sebagai upaya mendekati nasabah kaya. Tapi dengan Brexit, London kehilangan daya pentingnya," ujar Andreas Venditti, analis di bank Swiss Vontobel.

"Untuk Credit Suisse, yang memiliki tekanan pada ongkos seperti halnya UBS, saat ini waktu tepat untuk hengkang. Brexit jadi momennya," kata dia.

Hengkang dari Inggris, UBS dan Credit Suisse akan fokus ke pasar Asia, yang saat ini memiliki jumlah miliuner yang terus bertumbuh.

(Baca:  Imbas "Brexit", Paris Siap Sambut Perbankan yang Pindah dari Inggris)

 

 



Sumber Reuters
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X