Dompet Dhuafa Social Enterprise Jadi Perusahaan Mandiri

Kompas.com - 18/06/2017, 11:36 WIB
Media Gathering Dompet Dhuafa Social Enterprise di Jakarta, Sabtu (17/6/2017). Dok. Dompet DhuafaMedia Gathering Dompet Dhuafa Social Enterprise di Jakarta, Sabtu (17/6/2017).
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Yayasan Dompet Dhuafa (DD) memisahkan Dompet Dhuafa Social Enterprise (DDSE) jadibadan usaha forma berbentuk perseroan terbatas (PT) yang mandiri. Tujuannya, untuk mewujudkan pelayanan dan kerja sama yang lebih professional melalui pengelolaan bisnis yang positif dan transparan.

Saat ini DDSE mengelola sejumlah unit bisnis seperti Kesehatan Mandiri, Pendidikan Mandiri, Karya Masyarakat Mandiri, CSRFokus, DD Travel, DD Medika, DD Konstruksi, DD Niaga, DD Publika, dan Wasila Nusantara.

Yuli, Direktur Utama DDSE mengatakan, pendirian DDSE dilatarbelakangi oleh terus berkembangnya pelayanan Dompet Dhuafa, serta semakin banyaknya kerja sama dengan berbagai pihak termasuk kalangan perusahaan (korporasi).

Hal ini memberikan inspirasi bagi Dompet Dhuafa untuk mewujudkan wadah pelayanan dan kerja sama yang lebih profesional.

Yakni, dengan memisahkan sifat dan tujuan dari Yayasan Dompet Dhuafa dari awalnya hanya mengelola masalah charity dan donasi, menjadi lebih besar kiprah sayapnya dengan mengelola unit-unit bisnis positif secara lebih transparan dan akuntabel.

”Hasil dari keuntungannya setelah dikurangi operasional akan digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat miskin,” kata Yuli melalui siaran pers.

Ide pemisahan DDSE sudah digagas sejak 2005. Saat ini, perusahaan telah bersinergi dengan sejumlah kalangan dan perusahaan lainnya, baik skala nasional maupun internasional dalam berbagai kegiatan pembangunan ekonomi masyarakat.

”Pertumbuhan DDSE saat ini semakin menguat dan berkembang dengan baik. Penguatan pertumbuhan ini dibuktikan dengan perolehan omzet DDSE akhir tahun 2016 mencapai Rp 97 miliar,” ujarnya.

Yuli menambahkan bahwa pada Ramadhan tahun ini perolehan laba DDSE semakin meningkat. Hal ini terlihat dari banyaknya mitra usaha, agen, dan kustomer yang menjalin kerja sama dengan DDSE.

Peningkatan usaha ini tentunya menjadi kabar baik, tidak hanya bagi internal lembaga, namun juga bagi masyarakat prasejahtera. Dengan semakin meningkatnya laba, maka semakin banyak pula jumlah dana dan jumlah penerimaan manfaat yang memperoleh hak atas penyisihan keuntungan DDSE.

Hal tersebut menurut Yuli, menjadikan Ramadhan kali ini sebagai momentum keberkahan universal. DDSE berjaya dengan masyarakat pun berdaya. Dengan demikian, Social Enterprise tidak lagi hanya sebatas kata namun menjadi sebuah realita, dan keberadaannya sangat berperan penting terutama dalam pengentasan kemiskinan.

(Baca: Dompet Dhuafa Berikan Layanan Sehat untuk Pemudik)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X