Go-Jek Dapat Suntikan Modal dari Raksasa Teknologi China Tencent

Kompas.com - 05/07/2017, 12:30 WIB
CEO GO-JEK Nadiem Makarim seusai konferensi pers kemudahan akses perbankan kepada mitra Go-Jek, di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Selasa (9/5/2017). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaCEO GO-JEK Nadiem Makarim seusai konferensi pers kemudahan akses perbankan kepada mitra Go-Jek, di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Selasa (9/5/2017).
|
EditorAprillia Ika

HONG KONG, KOMPAS.com - Raksasa teknologi China Tencent Holdings Ltd dikabarkan berinvestasi sekitar 100 juta hingga 150 juta dollar AS pada perusahaan teknologi Indonesia, Go-Jek.

Kabarnya, investasi ini adalah sinyal Tencent untuk ikut serta dalam pertumbuhan layanan berbasis mobile di Asia Tenggara.

Mengutip Reuters, Rabu (5/7/2017), Go-Jek sebelumnya telah memperoleh investasi dari beberapa perusahaan ekuitas swasta global, seperti KKR & Co LP, Warburg Pincus LLC, dan perusahaan modal ventura Sequoia Capital.

Saat ini Go-Jek tengah mencari pendanaan dari investor eksisting maupun baru. Go-Jek dikabarkan mengincar pendanaan hingga 1 miliar dollar AS, menurut sumber Reuters.

Namun demikian, pihak Go-Jek maupun Tencent enggan berkomentar soal investasi tersebut.

Investasi dari Tencent, perusahaan media sosial dan hiburan online terbesar China dapat mengindikasikan keinginannya untuk hadir di Asia Tenggara.

Kawasan ini dipandang bakal melahirkan perusahaan rintisan yang naik kelas dengan valuasi tinggi, atau lumrah disebut unicorn.

Tencent saat ini memiliki kapitalisasi pasar mencapai 341 miliar dollar AS.

Sebelumnya Tencent membeli saham perusahaan rintisan permainan asal Singapura Sea Ltd dengan nilai 3,75 miliar dollar AS pada Maret 2016 lalu.

Beberapa raksasa teknologi China juga menancapkan kuku mereka di Asia Tenggara. Kawasan ini adalah rumah bagi 600 juta jiwa dan beberapa negara dengan pertumbuhan ekonomi paling pesat.

Alibaba Group Holding Ltd pekan lalu menyatakan bakal menambah investasi sebesar 1 miliar dollar AS pada peritel online Asia Tenggara Lazada Group.

Dengan demikian, kepemilikan saham Alibaba bakal naik menjadi 83 persen.

Sumber menyatakan, rival Alibaba, JD.com Inc tengah dalam tahap pembicaraan untuk berinvestasi di marketplace online Indonesia, Tokopedia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X