Kementan: Secara Kualitas, Kopi Indonesia Lebih Baik dari Vietnam

Kompas.com - 18/07/2017, 20:21 WIB
Seorang tenaga petik kopi di Kebun Kopi PTPN IX, Bawen Kabupaten Semarang. kompas.com/ syahrul munirSeorang tenaga petik kopi di Kebun Kopi PTPN IX, Bawen Kabupaten Semarang.
|
EditorMuhammad Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) Bambang menegaskan kualitas kopi asal Indonesia masih lebih baik jika dibandingkan kopi asal Vietnam.

" Kopi Vietnam tidak lebih baik dari kopi kita (Indonesia). Mereka pacu produksi (kopi) dengan pupuk anorganik, sementara kita pakai organik yang pada saatnya akan tingkatkan produktivitas dan harga lebih bersaing," ujar Bambang saat di Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (18/7/2017).

Seperti diketahui, pada saat ini Indonesia masih bertengger di posisi empat besar sebagai negara penghasil kopi terbesar di dunia setelah Brazil, Vietnam, dan Kolombia.

Berdasarkan data Kementan, pada tahun 2016 total produksi kopi nasional mencapai 639.000 ton, dengan rincian kopi robusta menguasai sebesar 90 persen total produksi nasional dan sisanya arabika 10 persen.

(Baca: Kopi Indonesia Harus Mendunia)

Secara historis, Vietnam dan Indonesia memiliki sejarah yang unik dalam pengembangan tanaman kopi di masing-masing negara karena Vietnam sendiri belajar mengembangkan tanaman kopi dari Indonesia pada tahun 1970-an.

Tetapi kini produktivitas kopi Vietnam jauh melampaui Indonesia dengan sekitar 3 ton per hektar.

"Kami upayakan meningkatkan produktivitas sesuai potensinya, banyak pekerjaan rumah buat perkebunan terutama perkebunan rakyat," papar Bambang.

Menurut Bambang, perkebunan kopi di Indonesia saat ini secara keseluruhan dimiliki oleh rakyat dan bukan korporasi besar, dengan tingkat produktivitas sebesar 700 kilogram per hektar tanaman kopi. "Ini sangat mungkin ditingkatkan (produktivitasnya)," papar Bambang.

Bambang menambahkan, salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas tanaman kopi nasional adalah melalui peremajaan tanaman kopi atau replanting di beberapa lokasi yang sesuai dengan karakteristik tanaman kopi dan juga membentuk desa mandiri benih.

"Beberapa tahun ini kami kembangkan desa mandiri benih tapi masih dalam skala kecil. Dan tahun 2017 kami coba dorong bangun infrastruktur perbenihan dikawal oleh dinas terkait dan balai untuk fasilitasi mendekatkan benih dengan masyarakat," terang Bambang.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X