Kompas.com - 29/06/2018, 12:33 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegero mengemukaan, ketimpangan antardaerah di Indonesia menjadi isu yang akan diangkat dan dijawab dalam Indonesia Development Forum (IDF) yang akan digelar di Jakarta, 10-11 Juli 2018. 

Bertempat di Ritz Cartlon, Jakarta, IDF kedua ini merupakan kelanjutan dari IDF pertama yang mengangkat isu pemerataan. 

"Sejak era desentralisasi tahun 2001, harusnya posisi Jawa surut karena daerah-daerah di luar Jawa berkembang. Namun, belakangan ada kecenderungan posisi Jawa justru membersar dominasinya," ujar Bambang saat datang ke Redaksi Kompas di Menara Kompas, Jakarta, Jumat (29/6/2018).

Baca juga: Bappenas Minta Masyarakat Beri Masukan untuk Atasi Ketimpangan Ekonomi

IDF yang berturut-turut digelar sejak 2017 merupakan terjemahan dari prioritas pemerintah untuk membangun Indonesia dari pinggiran. Presiden Joko Widodo menekankan hal ini sejak terpilih pada akhir 2014.

Pembangunan dari pinggiran itu dilakukan dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan untuk pemerataan ekonomi.

Foto udara proses pembangunan konstruksi Jembatan Kalikuto di ruas tol fungsional Batang-Semarang, Jawa Tengah, Selasa (12/6/2018). Jembatan Kali Kuto ditargetkan untuk digunakan pada H-2 lebaran dan merupakan jembatan pelengkung pertama di Indonesia, bahkan di dunia, yang perakitannya dilakukan di lokasi.KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Foto udara proses pembangunan konstruksi Jembatan Kalikuto di ruas tol fungsional Batang-Semarang, Jawa Tengah, Selasa (12/6/2018). Jembatan Kali Kuto ditargetkan untuk digunakan pada H-2 lebaran dan merupakan jembatan pelengkung pertama di Indonesia, bahkan di dunia, yang perakitannya dilakukan di lokasi.
IDF 2017 mengambil tema "Memerangi Ketimpangan untuk Pertumbuhan yang Lebih Baik" dan IDF 2018 mengambil tema "Terobosan untuk Mengatasi Ketimpangan Antarwilayah di Seluruh Nusantara".

Seperti dijelaskan Bambang, IDF berperan sebagai platform bagi pemerintah, swasta, akademisi dan masyarakat madani untuk menyampaikan aspirasinya.

Baca juga: Oligarki, Ketimpangan Ekonomi, dan Imajinasi Politik Kita

Sebagai tujuan, IDF menyebut tiga hal yaitu:

1. Mewadahi para pelaku pembangunan untuk menciptakan inovasi dalam memperkuat perencanaan dan pelaksanaan kebijakan.

2. Diarahkan untuk dapat memberikan rekomendasi kebijakan berbasis bukti, pengetahuan dan riset berkualitas.

3. Memperkuat kolaborasi multipihak dalam promosi tata kelola dan praktik berkelanjutan dalam pembangunan.

Di antara banyak forum sejenis, Bambang mengemukakan hal yang membedakan IDF dengan forum-forum lain. 

"Forum ini dimaksudkan untuk mencari terobosan baru bagi perbaikan pembangunan nasional," ujarnya.

Selain itu, sebagai platform komunikasi, IDF menampilkan praktik cerdas yang sudah teruji di tingkat akar rumput. IDF juga akan jadi forum berbagi pengalaman internasional yang relevan dengan konteksi Indonesia. 

IDF juga menjadi wadah pertemuan para pemangku kepentingan pembangunan dan menjadi bagian dari perencanaan pembangunan.

IDF 2017 akan menampilkan 84 ide dan inovasi untuk dijadikan sarana pembelajaran dan menghadirkan 214 pembicara dari dalam dan luar negeri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Debat Panas Stok Beras Kementan Vs Bulog, Jokowi sampai Turun Tangan

Debat Panas Stok Beras Kementan Vs Bulog, Jokowi sampai Turun Tangan

Whats New
Penerbangan Indonesia Akan Masuk 4 Besar Dunia

Penerbangan Indonesia Akan Masuk 4 Besar Dunia

Whats New
Turunkan Inflasi, BI Ajak Masyarakat Tanam Cabai di Pekarangan Rumah

Turunkan Inflasi, BI Ajak Masyarakat Tanam Cabai di Pekarangan Rumah

Whats New
Gurita Bisnis Hartono Bersaudara, Pemilik BCA, Djarum, hingga Puluhan Media Online

Gurita Bisnis Hartono Bersaudara, Pemilik BCA, Djarum, hingga Puluhan Media Online

Whats New
500.000 Beras Impor Akan Masuk RI Hingga Februari 2023

500.000 Beras Impor Akan Masuk RI Hingga Februari 2023

Whats New
IHSG Sesi I Ditutup Anjlok 1,38 Persen, GOTO, AMRT, dan EXCL Jadi 'Top Losers'

IHSG Sesi I Ditutup Anjlok 1,38 Persen, GOTO, AMRT, dan EXCL Jadi "Top Losers"

Whats New
Profil Profesor Gudono, Besan Jokowi yang Merupakan Pakar Keuangan UGM

Profil Profesor Gudono, Besan Jokowi yang Merupakan Pakar Keuangan UGM

Whats New
Loket Stasiun Sukabumi Dirusak Calon Penumpang, KAI Pastikan Layanan Berjalan Normal

Loket Stasiun Sukabumi Dirusak Calon Penumpang, KAI Pastikan Layanan Berjalan Normal

Whats New
Harga Kebutuhan Pokok Naik Jelang Nataru,  Mulai dari Cabai, Telur hingga Beras

Harga Kebutuhan Pokok Naik Jelang Nataru, Mulai dari Cabai, Telur hingga Beras

Whats New
Liburan Akhir Tahun tapi Dana Enggak Cukup? Simak Penawaran dari Bank Ini

Liburan Akhir Tahun tapi Dana Enggak Cukup? Simak Penawaran dari Bank Ini

Whats New
Akuisisi ASDP ke Penyeberangan Swasta Dinilai Positif untuk Perkuat Layanan

Akuisisi ASDP ke Penyeberangan Swasta Dinilai Positif untuk Perkuat Layanan

Whats New
Simak Nilai Ambang Batas Seleksi PPPK Nakes yang Bakal Lolos

Simak Nilai Ambang Batas Seleksi PPPK Nakes yang Bakal Lolos

Whats New
Ini Tiga Cara Kembalikan Kredibilitas Asuransi di Mata Masyarakat

Ini Tiga Cara Kembalikan Kredibilitas Asuransi di Mata Masyarakat

Whats New
Superindo Gandeng UGM dan Global Food Partners (GFP) Tingkatkan Ketersediaan Telur Bebas Kandang Sekat

Superindo Gandeng UGM dan Global Food Partners (GFP) Tingkatkan Ketersediaan Telur Bebas Kandang Sekat

Whats New
Sri Mulyani Pastikan Anggaran IKN Tak Berubah Meski UU IKN Direvisi

Sri Mulyani Pastikan Anggaran IKN Tak Berubah Meski UU IKN Direvisi

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.