KILAS

Harga Ayam Anjlok, Kementan Angkat Bicara

Kompas.com - 06/03/2019, 21:46 WIB
Konferensi pers membahas permasalahan perunggasan Dok. KementanKonferensi pers membahas permasalahan perunggasan
|

Kelima, mengimbau kepada Pemerintah Daerah (Pemda) untuk melakukan pengaturan dan pengawasan terhadap budidaya ayam ras, mulai dari pendataan peternak hingga populasi di wilayahnya, baik peternak mandiri maupun milik integrator. 

Keenam, mengimbau kepada para pelaku usaha (stake holders) agar di tahun berikutnya dapat mengukur jumlah chick-in ayam khususnya pada bulan Januari agar tidak terjadi kejadian yang sama seperti tahun ini dan demi menjaga keseimbangan produksi dan permintaan.

Ketujuh, mulai 1 Maret 2019 Ditjen PKH mewajibkan para integrator menyampaikan laporan produksi DOC setiap bulan melalui pelaporan online, termasuk tujuan pendistribusiannya.

"Dengan begitu nantinya kita akan mengetahui produksi DOC untuk budidaya internal integrator (on farm dan integrasi atau plasma) dan yang didistribusikan ke peternak mandiri," katanya.

Untuk itu pula ia berharap agar para asosiasi peternak unggas untuk segera menyampaikan data peternak mandiri yang menjadi anggotanya, agar jelas yang mana peternak mandiri dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Kedelapan, Ketut mengatakan Pemerintah juga akan meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan Permentan No. 32 Tahun 2017 tentang penyediaan, peredaran, dan pengawasan ayam ras.

Mengenai pengawasan, Ketut meminta peran Dinas Provinsi dan Kabupaten atau Kota, dan seluruh pejabat fungsional Pengawas Bibit Ternak, serta fungsional teknis lain untuk melakukan pengawasan di kandang-kandang yang ada.

“Jika diperlukan, kami akan bekali dengan tambahan ilmu sebagai Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS),” imbuh Ketut.

Kesembilan, mengoptimalkan tim analisa dan tim asistensi serta tim pengawasan dalam mendukung pelaksanaan Permentan 32 tahun 2017.

Terkait hal tersebut, Ditjen PKH akan secara periodik menganalisis supply-demand ayam ras dan secara rutin menyelenggarakan pertemuan antara peternak, pemerintah, serta dengan para stakeholders ayam ras terkait.

Selanjutnya, langkah kesepuluh, Kementan mengimbau agar para perusahaan integrator terus meningkatkan ekspornya.

Ketut menyebutkan bahwa saat ini kondisi produksi daging ayam nasional, baik dalam bentuk DOC maupun produk olahan sudah swasembada. Hal ini tentunya harus terus dipertahankan dan digenjot terus demi meningkatkan ekspor.

Selain itu ia juga meminta kepada para pedagang (bakul) untuk ikut menjaga kestabilan harga.

“Saya juga meminta kepada Satgas Pangan untuk mengawasi perilaku para broker dan bakul agar harga secepatnya stabil. Saya berharap mulai Senin tidak ada lagi harga ayam hidup di bawah harga acuan Kemendag," pungkasnya.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X