Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Mahendra K Datu
Pekerja corporate research

Pekerja corporate research. Aktivitas penelitiannya mencakup Asia Tenggara. Sejak kembali ke tanah air pada 2003 setelah 10 tahun meninggalkan Indonesia, Mahendra mulai menekuni training korporat untuk bidang Sales, Marketing, Communication, Strategic Management, Competititve Inteligent, dan Negotiation, serta Personal Development.

Cool Village: Desa Unicorn Melawan Xenophobia

Kompas.com - 08/03/2019, 07:52 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

LIGA primer di persepakbolaan Inggris yang dikenal juga dengan istilah English Premier League (EPL) adalah liga paling aduhai, paling jet set, berhambur uang dan bertabur bintang. Inilah liga kebanggaan Inggris Raya, terbesar, tersibuk dan paling cuan di dunia!

Tunggu dulu….apakah liga primer ini miliknya bangsa dan orang-orang Inggris? Hmm, …ya dan tidak. Mari kita periksa…lebih tepatnya, mari kita audit!

Klub sepakbola Manchester City adalah juara bertahan liga primer, dimiliki pengusaha Abu Dhabi dan dipimpin manajer asal Spanyol. Tetangganya, Manchaster United dimiliki pengusaha Amerika dan dilatih orang Norwegia.

Mari kita lihat dua klub besar di London. Arsenal dimiliki pengusaha dari Dubai dan dilatih oleh orang Spanyol, sementara Chelsea dimiliki pengusaha minyak asal Russia dan dilatih orang Italia.

Klub Liverpool dimiliki pengusaha Amerika dengan manajer asal Jerman.

Oh jangan lupa Totenham Hotspur dan Leicester City yang menjadi kuda hitam. Hotspur memang dimiliki pengusaha Britania, namun manajernya asal Argentina, sementara Leicester meski dilatih manajer Inggris tetapi klub itu dimiliki pengusaha Thailand.

Apakah dana global melunturkan nasionalisme?

EPL memang liga paling sukses di dunia. Diisi hanya oleh 20 klub terbaik di Inggris, EPL disiarkan secara live di lebih dari 200 negara, tayang di 650,000,000-an rumah dengan jumlah pemirsa lebih dari 4,7 miliar. Rata-rata keuntungan EPL dalam setahun di angka 2,2 miliar Euro. Itu setara 35,3 Triliun!

Bicara soal uang, mari kita cermati hal ini. PUMA, perusahaan sepatu olahraga asal Jerman mensponsori Manchaster City sebesar 50 juta Poundsterling dan mensponsori Manchaster United sebesar 75 juta Poundsterling.

ADIDAS, yang juga asal Jerman, mensponsori Arsenal sebesar 60 juta Poundsterling. Liverpool, bila semuanya lancar, akan memiliki sponsor baru, NIKE asal Amerika yang digadang-gadang akan menggelontorkan dana sponsor lebih dari 75 juta Poundsterling.

Sekali lagi, apakah orang-orang Inggris kehilangan kebanggaannya akan klub-klub kesayangan mereka di liga terbesar di dunia tersebut?

Saya rasa tidak. Sebaliknya, bila harus ditanyakan, apakah orang Inggris bangga dengan Liga Primer mereka? Tentu saja!

Apakah mereka sungguh peduli bahwa dari 20 team yang bermain di Liga Primer tak semuanya dimiliki oleh orang Inggris? Rasa-rasanya tak ada yang terlalu peduli.

Ilustrasi.SHUTTERSTOCK Ilustrasi.

Dari 498 pemain sepakbola profesional di EPL, 334 pemain di antaranya bahkan bukan orang Inggris. Itu setara 67%-nya. Apakah Liga Inggris tak lagi menjadi kebanggaan Inggris?

Certainly no, no, no!

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com