KILAS

Di Forum G-20, Indonesia Beberkan Upaya Atasi Kesenjangan Gender

Kompas.com - 23/04/2019, 18:31 WIB

KOMPAS.com – Pemerintah Indonesia terus berupaya untuk memperkecil kesenjangan gender khususnya terkait partisipasi perempuan di dunia kerja. Hal tersebut menjadi topik bahasan utama pada Forum 2nd Employment Working Group G20 di Tokyo, Jepang, Senin (22/4/2019).

Turut hadir pada kesempatan itu Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PHI dan Jamsos) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Haiyani Rumondang.

"Pemerintah terus berupaya mengurangi kesenjangan gender di tempat kerja serta meningkatkan partisipasi angkatan kerja  perempuan di dunia kerja," kata Haiyani sesuai rilis yang Kompas.com terima, Selasa (23/4/2019).

Menurut Haiyani, langkah pemerintah tersebut sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap perempuan di dunia kerja.

Hal itu bisa dilihat dari adanya pasal khusus dalam Undang -Undang Ketenagakerjaan atau peraturan lain terkait, seperti akses terhadap pendidikan formal dan juga pelatihan-pelatihan.

"Selain itu, terdapat pula perlindungan sosial bagi pekerja perempuan dan kami terus mengupayakan untuk meningkatkan kepedulian perusahaan dalam menyediakan fasilitas kesejahteraan bagi pekerja perempuan," ujarnya.

Lebih jauh, Haiyani menjelaskan upaya lain pemerintah untuk mengatasi kesenjangan gender adalah dengan membentuk gugus tugas kesempatan dan perlakuan yang sama dalam pekerjaan.

"Kemnaker juga telah menandatangani Nota Kesepahaman Bersama dan Perjanjian Kerja Sama tentang Optimalisasi Penerapan Kesempatan dan Perlakuan yang Sama Tanpa Diskriminasi Dalam Pekerjaan dengan kementerian terkait," tambahnya.

Perjanjian kerja bersama

Hal lain yang dilakukan Kemnaker untuk menghapus disriminasi di tempat kerja adalah dengan terus mendorong pembuatan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) di perusahaan.

Perlu diketahui, PKB ini merupakan perjanjian yang cukup penting. Pasalnya, PKB merupakan salah satu instrumen yang bisa menghapus diskriminasi.

Diskriminasi yang dimaksud adalah pembedaan, pengabaian, pengistimewaan atau pilih kasih yang dilakukan berdasarkan ras, warna kulit, jenis kelamin, agama, paham politik, asal usul sosial, dan kondisi fisik (penyandang disabilitas dan HIV/AIDS).

"Kemnaker telah menempuh upaya penguatan kualitas syarat kerja yang non-diskriminasi di tempat kerja. Hal tersebut pun akan dituangkan melalui pembuatan PKB di perusahaan-perusahaan," tutup Haiyani.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[Kompasianival 2022 Better Nation] Indonesia Jadi Tuan Rumah Ajang Olahraga, Siapkah?

[Kompasianival 2022 Better Nation] Indonesia Jadi Tuan Rumah Ajang Olahraga, Siapkah?

Rilis
Dorong UMKM Naik Kelas, Erick Thohir Bagikan NIB di Lampung

Dorong UMKM Naik Kelas, Erick Thohir Bagikan NIB di Lampung

Whats New
KPPU Selesaikan 396 Perkara Praktik Monopoli Usaha Sepanjang 2000-2022

KPPU Selesaikan 396 Perkara Praktik Monopoli Usaha Sepanjang 2000-2022

Whats New
Stok Kedelai Langka, Harga Tahu Tempe Melejit

Stok Kedelai Langka, Harga Tahu Tempe Melejit

Whats New
Sisa Desember, Sri Mulyani Sebut Masih Ada Rp 537,2 Triliun Uang Negara yang Bakal Dibelanjakan

Sisa Desember, Sri Mulyani Sebut Masih Ada Rp 537,2 Triliun Uang Negara yang Bakal Dibelanjakan

Whats New
Cegah Praktik Monopoli, KPPU Bakal Awasi Pembangunan IKN

Cegah Praktik Monopoli, KPPU Bakal Awasi Pembangunan IKN

Whats New
KAI Bantah KA Argo Parahyangan Setop Operasi saat Kereta Cepat Jakarta-Bandung Beroperasi

KAI Bantah KA Argo Parahyangan Setop Operasi saat Kereta Cepat Jakarta-Bandung Beroperasi

Whats New
Luhut Sebut Motor Listrk Bakal Disubsidi Rp 6,5 Juta, Sri Mulyani: Dibahas Dulu

Luhut Sebut Motor Listrk Bakal Disubsidi Rp 6,5 Juta, Sri Mulyani: Dibahas Dulu

Whats New
Inovasi Preston Bikin Pembangunan Infrastruktur Jargas Lebih Efisien

Inovasi Preston Bikin Pembangunan Infrastruktur Jargas Lebih Efisien

Whats New
Meningkat 364,31 Persen, Jumlah Kunjungan Wisman ke Indonesia Capai 678.530

Meningkat 364,31 Persen, Jumlah Kunjungan Wisman ke Indonesia Capai 678.530

Whats New
SMEsX, Dorong UMKM Siap Ekspor

SMEsX, Dorong UMKM Siap Ekspor

Smartpreneur
Ini Cara Agar Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tak Sepi Penumpang

Ini Cara Agar Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tak Sepi Penumpang

Whats New
Rekrutmen Bersama BUMN 2022 Dibuka, Ini Dokumen yang Dibutuhkan

Rekrutmen Bersama BUMN 2022 Dibuka, Ini Dokumen yang Dibutuhkan

Whats New
Sigma Cipta Utama Perkuat Bisnis 'Radio Trunking' untuk Industri Hulu Migas

Sigma Cipta Utama Perkuat Bisnis "Radio Trunking" untuk Industri Hulu Migas

Whats New
Rekrutmen Bersama BUMN Gelombang II Dibuka Mulai 1-7 Desember

Rekrutmen Bersama BUMN Gelombang II Dibuka Mulai 1-7 Desember

Work Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.