YLKI Minta Lonjakan Harga yang Ugal-ugalan Bisa Dicegah Saat Ramadhan

Kompas.com - 26/04/2019, 15:03 WIB
Bahan-bahan pokok di Pasar Induk Kramat Jati pada Selasa (26/12/2017). KOMPAS.com/ACHMAD FAUZIBahan-bahan pokok di Pasar Induk Kramat Jati pada Selasa (26/12/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia ( YLKI) meminta pemerintah mencegah terjadinya lonjakan harga kebutuhan pokok selama Ramadhan.

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi mengatakan, hal ini penting karena selama bulan puasa dan juga Hari Raya Idul Fitri, permintaan bahan pangan akan melonjak.

"Kementerian Perdagangan harus mampu mengendalikan pelaku pasar besar, agar tidak menjadikan momen bulan puasa untuk mengeksploitasi konsumen dengan kenaikan harga yang ugal-ugalan," ujarnya dalam siaran pers, Jakarta, Jumat (26/4/2019).

"Oleh karenanya, kontrol pasar secara ketat termasuk menjaga kelancaran arus distribusi barang berlontribusi signifikan terhadap harga," sambung dia.

Tulus mengatakan, jika pemerintah melakukan operasi pasar untuk menurunkan harga, maka sasarannya harus jelas dan terukur. Ukurannya bukan seberapa banyak komoditas yang dilepas ke pasar.

Tetapi kata Tulus, seberapa banyak masyarakat rentan yang akan terdampak dari operasi pasar tersebut.

"Operasi pasar jangan hanya menjadi proyek saja," kata dia.

Selain itu, YLKI juga meminta Badan POM dan juga Dinkes untuk meningkatkan pengawasan dan memberikan jaminan bahwa selama bulan puasa komoditas bahan pangan yang beredar adalah bahan pangan yang aman.

Misalnya tidak terkontaminasi bahan-bahan berbahaya, dan bukan komoditas yang kadaluwarsa, atau bahkan mendekati kadaluwarsa.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X