Bahan Baku Baju Muslim Masih Impor, Apa Alasannya?

Kompas.com - 27/04/2019, 14:20 WIB
Pengunjung memadati kawasan pusat grosir Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (18/6). Warga memanfaatkan hari libur untuk berbelanja berbagai kebutuhan satu minggu menjelang Idul Fitri. KOMPAS/RADITYA HELABUMIPengunjung memadati kawasan pusat grosir Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (18/6). Warga memanfaatkan hari libur untuk berbelanja berbagai kebutuhan satu minggu menjelang Idul Fitri.

BANDUNG, KOMPAS.com - Indonesia belum menjadi pemain unggulan dalam ekonomi syariah meskipun menempati posisi 10 besar sebagai pemain industri halal global.

Beberapa produk halal di Indonesia pun belum lepas dari impor, salah satunya baju muslim. Sebagian bahan baku baju muslim di Indonesia diimpor dari luar negeri.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, impor produk-produk tersebut masih terus berlanjut karena harga bahan baku di beberapa negara lain lebih murah dibanding Indonesia.

"Kita bisa memahami masih impor karena di belahan dunia lain mungkin harganya lebih murah," ucap Bambang Brodjonegoro di Bandung, Jumat (26/4/2019).

Baca juga: Jelang Puasa, Impor Kurma Hingga Pakaian Jadi Meningkat

Selain itu, kendala lainnya adalah Indonesia belum menjadi pemain global dalam produksi fashion muslim dunia. Untuk mengecilkan impor bahan baku baju muslim, jalan satu-satunya adalah membangun ekonomi syariah di Indonesia.

"Kita harus menjadi pemain di bidang fashion muslim dan mendorong milenial menjadi entrepreneur di berbagai bidang, baik ritel konvensional maupun startup digital," ucap Bambang.

Hal ini dinilai efektif karena saat Ini Indonesia telah mampu menjadi pemain dalam kategori pariwisata halal sehingga menjadi peluang di kategori lain untuk menjadi pemain utama di Industri global.

Berdasarkan data dari Global Muslim Travel Index 2019, Indonesia menduduki peringkat pertama sebagai destinasi halal dunia bersama dengan Malaysia, mengungguli 130 destinasi dari seluruh dunia.

Hal itu disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya peningkatan wisatawan muslim dunia. Berdasarkan data Global Islamic Economy Report 2019, populasi muslim dunia akan terus meningkat hingga 70 persen pada tahun 2060.

Bila hal tersebut sudah bisa dijalankan sebut Bambang, ekonomi syariah Indonesia akan mampu meningkatkan perekonomian nasional dan sejalan dengan dengan era industri 4.0.

Baca juga: Membandingkan Untung Film Lokal dan "Impor," Siapa Menang?



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[TREN WORKLIFE KOMPASIANA] 4 Alasan Perempuan di Desa Memilih Tandur sebagai Profesi | 'Power of Resilience' adalah Kunci

[TREN WORKLIFE KOMPASIANA] 4 Alasan Perempuan di Desa Memilih Tandur sebagai Profesi | "Power of Resilience" adalah Kunci

Rilis
Bernie Madoff, Penjahat Skema Ponzi Terbesar yang Meninggal di Penjara

Bernie Madoff, Penjahat Skema Ponzi Terbesar yang Meninggal di Penjara

Whats New
Ramadhan, Mendag Lutfi: Harga Bahan Pokok Stabil!

Ramadhan, Mendag Lutfi: Harga Bahan Pokok Stabil!

Whats New
Ada Reshuffle Kabinet, Siapa yang Bakal Jadi Menteri Investasi?

Ada Reshuffle Kabinet, Siapa yang Bakal Jadi Menteri Investasi?

Whats New
Akhiri Pekan, IHSG dan Rupiah Ditutup Menguat

Akhiri Pekan, IHSG dan Rupiah Ditutup Menguat

Whats New
Kemenkeu Ungkap TMII Tak Pernah Bayar PNBP, Bukan Pajak

Kemenkeu Ungkap TMII Tak Pernah Bayar PNBP, Bukan Pajak

Whats New
[TREN EDUKASI KOMPASIANA] PR Orangtua Mengenal Potensi Anak Sejak Dini | Edukasi ala Mangunwijaya

[TREN EDUKASI KOMPASIANA] PR Orangtua Mengenal Potensi Anak Sejak Dini | Edukasi ala Mangunwijaya

Rilis
Menaker Lantik 11 Pejabat Tinggi Madya di Lingkungan Kemnaker

Menaker Lantik 11 Pejabat Tinggi Madya di Lingkungan Kemnaker

Rilis
Pertumbuhan Sektor Kimia, Farmasi, dan Tekstil Terkontraksi Selama 2020

Pertumbuhan Sektor Kimia, Farmasi, dan Tekstil Terkontraksi Selama 2020

Whats New
Mengelola Portofolio di Tengah Volatilitas, Sektor Apa Yang Paling Cuan?

Mengelola Portofolio di Tengah Volatilitas, Sektor Apa Yang Paling Cuan?

Earn Smart
Citigroup Keluar dari Perbankan Ritel RI, Bagaimana Nasib Nasabah? Ini Kata CEO Citi Indonesia

Citigroup Keluar dari Perbankan Ritel RI, Bagaimana Nasib Nasabah? Ini Kata CEO Citi Indonesia

Whats New
Manajemen Waktu, Kunci Keseimbangan Karier dan Kegiatan Sosial

Manajemen Waktu, Kunci Keseimbangan Karier dan Kegiatan Sosial

Work Smart
Transaksi Bitcoin cs Terus Tumbuh, Indodax Catat 3 Juta Member Aktif

Transaksi Bitcoin cs Terus Tumbuh, Indodax Catat 3 Juta Member Aktif

Rilis
Cyber Ethics dan Cyber Law, Kontribusinya bagi Dunia Bisnis

Cyber Ethics dan Cyber Law, Kontribusinya bagi Dunia Bisnis

Whats New
Tahun 2022-2025, Jawa Timur Kelebihan Pasokan Gas

Tahun 2022-2025, Jawa Timur Kelebihan Pasokan Gas

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X