AXA Luncurkan Produk Unit Link dengan Proteksi Jangka Panjang

Kompas.com - 29/04/2019, 14:05 WIB
Jajaran Direksi AXA Insonesia dalam konferensi pers peluncuran AXA Signature Line di Jakarta, Senin (29/4/2019) Fika Nurul UlyaJajaran Direksi AXA Insonesia dalam konferensi pers peluncuran AXA Signature Line di Jakarta, Senin (29/4/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - AXA Financial Indonesia meluncurkan AXA Signature Link (ASL), yaitu sebuah produk proteksi jangka panjang yang tidak hanya memberikan perlindungan jiwa, namun juga saat pemegang polis mengalami sakit kritis.

"Hari ini kami meluncurkan AXA Signature Link, sebuah produk unit link dengan fleksibilitas proteksi terbaik, yaitu proteksi jangka panjang," kata Niharika Yadav, CEO AXA Finansial Indonesia di Jakarta, Senin (29/4/2019).

Niharika mengatakan, produk ini merupakan bentuk nyata komitmen AXA terhadap nasabah karena merupakan win-win solution untuk nasabah, agensi, dan perusahaan.

Baca juga: Unit Link Bisa Dimanfaatkan untuk Merencanakan Pendidikan Anak

"Customer akan mendapatkan proteksi yang lebih baik dan lebih tinggi sehingga agensi juga akan mendapat pendapatan yang lebih tinggi. Jika customer dan agensi senang, perusahaan juga akan lebih baik lagi," papar Niharika.

Peluncuran produk ini juga didorong prediksi perolehan premi yang meningkat di tahun 2019, baik dari premi unit link maupun premi tradisional.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), prediksi premi industri asuransi jiwa di tahun 2019 akan mencapai Rp 257 triliun dengan rincian premi unit link mencapai Rp 131 triliun dan premi tradisional mencapai Rp 126 triliun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Ini Perbedaan Investasi Berkala pada Reksa Dana dan Unit Link

Di sisi lain, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyebut produk unit link masih menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi mencapai 58,4 persen, masih lebih besar dibanding premi tradisional. AAJI bahkan menargetkan unit link bisa tumbuh sekitar 15-20 persen tahun ini.

Niharika mengatakan, produknya memiliki beberapa keunggulan, salah satunya memiliki alternatif investasi di luar negeri (offshore). Nantinya, ASL akan diinvestasikan di Amerika Serikat dalam bentuk dollar AS.

"Kenapa kita investasikan di Amerika Serikat? Karena berdasarkan indeks Dow Jones, relinya terus memiliki tren positif. Sementara, kalau rupiah cenderung melemah," ucap dia.

Baca juga: Pemahaman Masyarakat tentang Unit Link Masih Rendah

Selain satu keunggulan tersebut, produk unit link ini juga memiliki keunggulan lain, seperti mempunyai pilihan investasi dalam rupiah maupun dollar, perlindungan hingga usia Anda 100 tahun, manfaat loyalitas dari rata-rata investasi selama 60 bulan terakhir, dan alokasi positif di tahun pertama.

"Polis ini juga akan tetap aktif selama 10 tahun pertama jika Anda rutin membayarkan premi Rp 6 juta setahun," kata Niharika.

Selain manfaat investasi jangka panjang, ASL juga menawarkan kelebihan lain, yaitu manfaat asuransi dasar untuk risiko kematian dan terminal illness alias penyakit kritis. Dalam kondisi  penyakit kritis, terdapat pembebasan pembayaran premi juga terjadi risiko cacat tetap total dan terdiagnosa salah satu dari 49 penyakit kritis.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.