CEO Boeing Sebut Kecelakaan Ethiopian Airlines dan Lion Air Karena Pilot Tak Ikuti Prosedur

Kompas.com - 01/05/2019, 16:44 WIB
B737 MAX 8 Ethiopian Airlines. Boeing MediaroomB737 MAX 8 Ethiopian Airlines.


NEW YORK, KOMPAS.com - CEO Boeing, Dennis Muilenburg menduga kecelakaan yang menimpa Ethiopian Airlines dan Lion Air beberapa waktu lalu disebabkan karena pilot tak sepenuhnya mengikuti prosedur penerbangan yang sudah ditetapkan perusahaannya.

Pasalnya, perangkat lunak anti-stall yang disebut-sebut tak berfungsi dengan baik dan mengakibatkan terjadinya kecelakaan pada dua pesawat tersebut telah memenuhi standar keamanan Boeing. Selain itu, perangkat lunak yang biasa disebut MCAS itu telah lolos proses sertifikasi.

“Ketika kami merancang sistem ini, kami paham bahwa pesawat ini diterbangkan ke tangan pilot (lain)," kata Muilenburg seperti dikutip dari CNN, Rabu (1/5/2019).

Baca juga: Gara-gara 737 Max, Laba Boeing Merosot 21 Persen

Menurut Muilenburg, dalam membuat sistem tersebut Boing tak menemukan adanya permasalahan dan kesalahan teknis.

Kendati begitu, Muilenburg mengaku akan lebih meningkatkan lagi sistem keamanan pada Boeing 737 Max.

“Adalah tanggung jawab kami untuk menghilangkan risiko ini. Kami memilikinya dan kami tahu bagaimana melakukannya," kata Muilenburg.

Baca juga: Rusdi Kirana: Boeing Anggap Saya seperti Celengan

Muilenburg menegaskan bahwa Boeing dapat membuat beberapa perbaikan untuk membuat 737 Max lebih aman lagi untuk kembali terbang.

“Ke depan, kami telah mengidentifikasi cara untuk meningkatkan (keamanannya)," katanya.

"Saya yakin itu akan membuat salah satu pesawat teraman di udara untuk terbang. ... Kita tahu ini adalah penghubung dalam kedua kecelakaan yang bisa kita pecahkan,” lanjutnya.

Sebelumnya, pejabat Ethiopia mengatakan pda awal bulan ini, bahwa pilot yang menerbangkan Ethiopian Airlines telah berulang kali melakukan semua prosedur yang tercantum dalam buku panduan Boeing, tetapi tetap tidak bisa mengendalikan pesawat hingga akhirnya jatuh.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber CNN
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X