Ingin "Cashflow" Sehat? Jangan Bergantung pada Satu Sumber Pendapatan!

Kompas.com - 03/05/2019, 08:08 WIB
Ilustrasi uang receh dan uang koin rupiah SHUTTERSTOCKIlustrasi uang receh dan uang koin rupiah

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebagian orang masih bingung mengelola cashflow atau arus kas bulanan mereka. Apalagi jika pengeluaran dilakukan tanpa perencanaan yang matang maupun pencatatan yang baik.

Pendiri sekaligus perencana keuangan dari Finansialku, Melvin Mumpuni mengatakan, ada dua cara agar cashflow seimbang, yakni menambah pendapatan atau mengurangi pengeluaran.

Bagaimana dengan yang punya gaji pas-pasan? Untuk menabung saja sulit karena gajinya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Oleh karena itu, Melvin menyarankan Anda tidak hanya tergantung pada satu sumber pendapatan saja.

"Kebanyakan orang sampai usia 40-an hanya mengandalkan satu engine. Kalau bergantung sama satu sumber, dan ada masalah, habis semua," kata Melvin di Jakarta, Kamis (2/5/2019).

Baca juga: Jelang Puasa, Rencanakan Keuangan Anda dari Sekarang

Untuk mencari pendapatan tambahan juga tak boleh sembarangan. Melvin menyarankan agar pekerjaan tambahan tersebut tak mengganggu pekerjaan utama. Misalnya, dengan menjadi reseller atau menjual jasa secara online.

Cara lain untuk menambah pendapatan, selain mencari pekerjaan sampingan, adalah berinvestasi. Jika sudah memegang uang lebih, kata Melvin, habiskan untuk hal yang produktif.

"Jangan dibuat ganti HP. Tidak bakal muter uangnya. Bisa buat lunasin utang atau beli yang produktif, kayak investasi. Tas bermerek juga ternyata bisa jadi investasi buat kita, bisa disewakan," kata Melvin.

Melvin kurang sepakat dengan adanya pembagian arus kas dengan persentase. Menurut dia, persentase tidak fleksibel karena sulit diterapkan untuk yang gajinya kecil. Oleh karena itu, alih-alih membagi porsi pengeluaran dengan angka, Melvin menyarankan untuk menetapkan prioritas utama pengeluaran.

Misalkan, setiap bulan Anda harus membayar kontrakan dan iuran sekolah anak. Maka, prioritaskan hal tersebut.

"Di Finansialku, kita bantu prioritas mereka kayak apa. Yang didahulukan yang produktif dulu. Baru kemudian bayar utang, cicilan, dan kebutuhan rumah tangga," kata Melvin.

Baca juga: Milenial Laki-laki dan Perempuan, Siapa yang Pintar Kelola Uang?

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X