KILAS

Ini Upaya Bank BRI untuk Edukasi Pelajar Menabung Sejak Dini

Kompas.com - 03/05/2019, 16:30 WIB
Gedung Bank BRI di JakartaDok. Humas Bank BRI Gedung Bank BRI di Jakarta

KOMPAS.com – Bank Rakyat Indonesia (Bank BRI) bersama Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) terus mendorong upaya masyarakat Indonesia untuk menabung sejak dini.

Upaya ini pun direalisasikan salah satunya dengan mengadakan acara SimPel Day 2019 di Gedung Dhanapala, Jakarta Pusat, Kamis (2/5/2019).

Direktur Konsumer Bank BRI Handayani yang mengadiri acara itu mengungkapkan, kegiatan ini merupakan sarana yang baik untuk mengedukasi masyarakat tentang adanya Tabungan SimPel kepada para pelajar.

"Melalui event semacam ini, kami mengharapkan masyarakat mampu mengakses berbagai produk-produk perbankan dengan lebih mudah lagi," ujar Handayani.

Pada kegiatan ini, OJK bersama Bank BRI turut mengadakan lima program, di antaranya deklarasi aksi menabung pelajar, dance competition, vlog competition, juara simpel dan edutainment dari para influencer, seperti Cut Baby Tsabina.

Tak cuma itu, Bank BRI menghadirkan pula booth pembukaan rekening tabungan SimPel dengan berbagai program menarik.

Beberapa di antaranya adalah pembukaan rekening tabungan SimPel hanya dengan setoran awal sebesar Rp 5.000 dan mendapatkan berbagai hadiah menarik kepada para nasabah yang hadir dan membuka rekening di booth Bank BRI.

Pada acara tersebut, para siswa juga diajak bermain dengan kuis sederhana serta akan mendapatkan doorprize berupa Brizzi atau uang elektronik Bank BRI untuk para siswa dan guru pendamping.

Handayani mengatakan, hingga Maret 2019 Bank BRI telah berhasil mengimplementasikan program SimPel dengan perolehan lebih dari 21,2 juta rekening dan total dana sebesar Rp.3,87 triliun.

"Perolehan ini merupakan usaha BRI untuk terus mengedukasi masyarakat sejak dini agar melek berbagai produk-produk keuangan khususnya bagi para pelajar," tambahnya.

Berdasarkan hasil survei nasional literasi dan inklusi keuangan pada 2016, tercatat indeks literasi keuangan meningkat menjadi 29,7 persen dari sebelumnya hanya 21,8 persen pada 2013.

Begitu pula dengan indeks inklusi keuangan dari sisi tingkat penggunaan produk dan/atau layanan jasa keuangan, yakni meningkat menjadi 67,8 persen pada 2016 dari sebelumnya hanya sebesar 59,7 persen pada 2013.

"Kegiatan SimPel Day ini kami harapkan dapat menjadi momentum bagi semua pihak untuk terlibat secara langsung dalam literasi dan inklusi keuangan," pungkas Handayani.

Selain Handayani, kegiatan yang mengusung tema “Mewujudkan Generasi Pelajar Cerdas dan Gemar Menabung” tersebut pun dihadiri langsung oleh Ketua Dewan Komisioner Wimboh Santoso, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, serta Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Tirta Segara.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:


Close Ads X