Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengenal Asuransi Syariah

Kompas.com - 14/05/2019, 12:12 WIB
Ambaranie Nadia Kemala Movanita ,
Erlangga Djumena

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Produk asuransi kerap dihindari sebagian masyarakat muslim Indonesia karena dianggap riba. Mereka takut bahwa mereka akan berdosa dengan memiliki polis asuransi. Bahkan, ada anggapa asuransi syariah sekalipun belum sepenuhnya syariah dan halal.

Pakar Asuransi Syariah dan Anggota Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) Muhammad Syakir Sula menganggap pemahaman soal itu harus diluruskan. DSN MUI telah mengeluarkan fatwa MUI terkait asuransi syariah sejak 2001 yang menyatakan bahwa asuransi syariah diperbolehkan.

"Kami menyusun beberapa fatwa lain yang menjelaskan operasional asuransi syariah seperti inu. Tapi ada kelompok yang mengatakan asuransi syariah pun sebenarnya belum syariah. Ini yang harus diliterasi," ujar Syakir di Jakarta, Senin (13/5/2019).

Baca juga: Asuransi Syariah Bukan Menentang Takdir...

Fatwa DSN MUI Nomor 21/DSN-MUI/X/2001 Tentang Pedoman Umum Asuransi Syariah menyebutkan, asuransi syariah adalah usaha saling melindungi dan tolong menolong di antara sejumlah orang atau pihak melalui investasi dalam bentuk aset atau tabarru yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi risiko tertentu menggunakan akad yang sesuai dengan syariah.

Syakir mengatakan, saat ini masih banyak yang termakan kutipan ulama terdahulu yang mengharamkan asuransi, kecuali Taawuni atau tolong menolong. Padahal, asuransi Taawuni dan syariah merupakan hal yang sama. Prinsipnya pun sama yakni untuk saling tolong menolong.

"Kita terus literasi masyarakat supaya paham bahwa fatwa taawuni ya sama dengan asuransi takaful kalau di luar negeri dan asuransi syariah di Indonesia," kata Syakir.

Sebanyak 80,22 persen dari 265 juta penduduk Indonesia memeluk agama Islam. Ini bisa menjadi pasar yang sangat besar bagi produk-produk syariah. Sekaligus menjadi pekerjaan rumah besar untuk meliterasi mereka bahwa produk syariah ini halal.

"Salah satu yang perlu jadi concern kami bagaimana jual produk syariah dengan cara syariah," kata Syakir.

Mengenal Asuransi Syariah

Melihat penjelasan MUI tersebut, maka dipastikan bahwa asuransi syariah merupakan produk halal selama itu memenuhi kaidah syariah. Berikut ada beberapa informasi mengenai dasar-dasar asuransi syariah, mulai dari akad, konsep, hingga pengawasnya:

1. Akad asuransi syariah

Dalam asuransi syariah, akad yang digunakan ada dua, yakni akad Tabarru dan akad Tijarah. Akad Tabarru, sebagaimana disampaikan dalam fatwa DSN MUI, adalah akad yang dilakukan dalam bentuk hibah dengan tujuan kebajikan dan tolong menolong antar peserta, bukan untuk tujuan komersial.

Sementara akad Tijarah adalah akad wakalah bil ujrah, yaitu akad pemberi kuasa dari peserta kepada perusahaan asuransi untuk mengelola dana peserta dengan pemberian ujrah atau fee.

2. Konsep asuransi syariah

Konsep produk ini adalah berbagi risiko di mana iuran tabarru dari setiap peserta akan dikumpulkan ke dalam kumpulan dana tabarru yang akan dilakukan untuk tolong menolong antarpeserta yang mengalami musibah.

3. Prinsip dasar asuransi syariah

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

BUAH Bakal Tebar Dividen, Ini Besarannya

BUAH Bakal Tebar Dividen, Ini Besarannya

Whats New
Kementerian ESDM Tetapkan Harga Biodiesel Naik Jadi Rp 12.453 Per Liter

Kementerian ESDM Tetapkan Harga Biodiesel Naik Jadi Rp 12.453 Per Liter

Whats New
Erupsi Gunung Ruang, Bandara Sam Ratulangi Masih Ditutup Sampai Hari Ini

Erupsi Gunung Ruang, Bandara Sam Ratulangi Masih Ditutup Sampai Hari Ini

Whats New
Turun, Inflasi April 2024 Capai 3 Persen

Turun, Inflasi April 2024 Capai 3 Persen

Whats New
Harga Tiket Kereta Api 'Go Show' Naik Mulai 1 Mei

Harga Tiket Kereta Api "Go Show" Naik Mulai 1 Mei

Whats New
SMGR Kantongi Laba Bersih Rp 471,8 Miliar pada Kuartal I-2024 di Tengah Kontraksi Permintaan Semen Domestik

SMGR Kantongi Laba Bersih Rp 471,8 Miliar pada Kuartal I-2024 di Tengah Kontraksi Permintaan Semen Domestik

Whats New
Simak Rincian Kurs Rupiah Hari Ini di Bank Mandiri hingga BRI

Simak Rincian Kurs Rupiah Hari Ini di Bank Mandiri hingga BRI

Whats New
Kasbon Digital Dinilai Bisa Jadi Solusi agar Karyawan Terhindar dari Pinjol

Kasbon Digital Dinilai Bisa Jadi Solusi agar Karyawan Terhindar dari Pinjol

Whats New
Pendapatan Usaha Garuda Indonesia Tumbuh 18 Persen di Kuartal I-2024

Pendapatan Usaha Garuda Indonesia Tumbuh 18 Persen di Kuartal I-2024

Whats New
Kuartal I-2024, Emiten Sawit Sumber Tani Agung Resources Cetak Pertumbuhan Laba Bersih 43,8 Persen

Kuartal I-2024, Emiten Sawit Sumber Tani Agung Resources Cetak Pertumbuhan Laba Bersih 43,8 Persen

Whats New
Pendaftaran CASN 2024, Instansi Diminta Segera Isi Rincian Formasi ASN

Pendaftaran CASN 2024, Instansi Diminta Segera Isi Rincian Formasi ASN

Whats New
Masuk Musim Panen, Bulog Serap 30.000 Ton Gabah Per Hari

Masuk Musim Panen, Bulog Serap 30.000 Ton Gabah Per Hari

Whats New
Pekerja Mau Sejahtera dan Naik Gaji, Tingkatkan Dulu Kompetensi...

Pekerja Mau Sejahtera dan Naik Gaji, Tingkatkan Dulu Kompetensi...

Whats New
Hindari Denda, Importir Harus Lapor Impor Barang Kiriman Hasil Perdagangan dengan Benar

Hindari Denda, Importir Harus Lapor Impor Barang Kiriman Hasil Perdagangan dengan Benar

Whats New
Pendaftaran Seleksi CASN Dibuka Mei 2024, Menpan-RB Minta Kementerian dan Pemda Percepat Input Formasi Kebutuhan ASN

Pendaftaran Seleksi CASN Dibuka Mei 2024, Menpan-RB Minta Kementerian dan Pemda Percepat Input Formasi Kebutuhan ASN

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com