Bangsa yang Bernyali: I Dare You!

Kompas.com - 05/06/2019, 08:13 WIB
IlustrasiSHUTTERSTOCK Ilustrasi

“You don’t scare us.”, begitu kira-kira pesan yang disampaikan Ren Zhengfei kepada President Donald Trump.

Dalam interviewnya di bulan Februari 2019 lalu dengan reporter BBC, Karishma Vaswani, dengan nada penuh percaya diri Ren Zhengfei memberikan statement-nya, “Amerika tak akan bisa menghancurkan kami, dunia tak dapat mengabaikan kami, karena teknologi kami jauh lebih maju.”

Silakan disimak siapa Ren Zhengfei itu. Ia adalah pendiri perusahaan Huawei, raksasa infrastruktur jaringan telekomunikasi dunia asal Cina. Huawei kebetulan juga memproduksi handset ponsel cerdas dan peralatan telekomunikasi lainnya. Ia bukanlah pemerintah China, juga bukan proxy pemerintah China. Ia benar-benar ‘hanyalah’ seorang warga negara hCina yang kebetulan bisnisnya mendunia.

Bagaimana mungkin seorang warganegara China memberikan pernyataan sekeras dan segeram itu kepada presiden negara adidaya Amerika?

Baca juga: Perang Dagang, CEO Huawei Tolak Aksi Boikot Apple di China

Bandingkan situasi Zhengfei dengan saat CEO Google, Sundar Pichai, dipanggil oleh Kongres Amerika terkait data privacy pengguna Android OS dan Chrome besutan Google. Sundar Pichai harus ekstra hati-hati dalam merespons sesi dengar pendapat dengan para anggota kongres, karena salah merespons sedikit saja, Google bisa dapat masalah besar.

Dalam kasus lain, lihatlah wajah tegang Mark Zuckerberg saat dihujani pertanyaan-pertanyaan retorik oleh Senator Richard J. Durbin terkait bocor serta disalahgunakannya data pengguna Facebook di Amerika.

Baik Pichai maupun Zuckerberg tak ada yang terlalu bernyali untuk ‘main-main’ dengan regulator Amerika. Lalu bagaimana menjelaskan statement Ren Zhengfei yang jelas-jelas mengirimkan pesan ke pemerintah Amerika, Kami tidak takut?

Zhengfei ada di dalam posisi yang sebenarnya lemah. Huawei dihadapkan pada 23 tuduhan serius terkait teknologinya, dan dua di antaranya terkait pencurian data rahasia perdagangan Amerika serta bisnisnya dengan Iran yang sedang dalam sanksi embargo Amerika.

Karena kasus ini pula, Amerika melalui pengaruhnya kepada pemerintah Kanada meminta aparat kepolisian Kanada menangkap Direktur Keuangan Huawei, Meng Wanzhou, yang kebetulan adalah anak kandung Ren Zhenfei. Jadi, dari mana datangnya nyali sebesar dinosaurus itu hingga Zhengfei bisa berteriak ‘kami tidak takut’?

CEO dan pendiri Huawei Ren Zhengfei. (Reuters/Bobby Yip)Bobby Yip CEO dan pendiri Huawei Ren Zhengfei. (Reuters/Bobby Yip)

Teknologi, kekuatan jaringan dan ketergantungan

Huawei memiliki lebih dari 170,000 staf dengan 76,000 di antaranya khusus bekerja di unit R&D (Research & Development). Saat ini Huawei memiliki lebih dari 20 R&D Institute yang tersebar di seluruh dunia.

Dalam satu tahun rata-rata anggaran R&D Huawei mencapai 14 miliar dollar AS (hampir Rp 200 triliun), itu setara dengan dua kali APBD DKI tahun ini!

Saat Zhengfei mengatakan tidak takut kepada ancaman Amerika karena teknologi Huawei lebih maju, dia berbicara dengan data-data yang riil.

Halaman:



Close Ads X