Kompas.com - 08/06/2019, 16:13 WIB
Sejumlah penumpang turun dari Kereta Api (KA) di Stasiun (KA) Madiun, Jawa Timur, Senin (3/6/2019). Pada H-2 Lebaran 2019 bertepatan Senin (3/6/2019) yang diperkirakan merupakan puncak arus mudik Lebaran, Stasiun KA Madiun dipadati penumpang. ANTARA FOTO/SISWOWIDODO Sejumlah penumpang turun dari Kereta Api (KA) di Stasiun (KA) Madiun, Jawa Timur, Senin (3/6/2019). Pada H-2 Lebaran 2019 bertepatan Senin (3/6/2019) yang diperkirakan merupakan puncak arus mudik Lebaran, Stasiun KA Madiun dipadati penumpang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Seperti tahun-tahun sebelumnya, moda angkutan kereta api menjadi magnet banyak pemudik pulang ke kampung halaman jelang Lebaran.

Bahkan tahun ini, pemudik yang menggunakan kereta api naik signifikan hingga 10 persen. Hal yang tidak biasa karena biasanya kenaikan hanya 5 persen.

“Saya mengapresiasi PT KAI yang bisa mengangkut penumpang banyak sekitar 10 persen dari tahun lalu, dari kira-kira 3,3 juta menjadi 3,6 juta," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam siaran pers, Jakarta, Sabtu (8/6/2019).

Baca juga: Berapa Nilai Perputaran Uang saat Mudik Lebaran 2019?

"Biasanya, naiknya tidak sampai 5 persen tapi ini bisa sampai 10 persen. Berarti ada suatu upaya untuk melakukan suatu rekayasa tertentu untuk melakukan maksimalisasi frekuensi perjalanan,” sambung Menhub.

Mantan Direktur Utama Angkasa Pura II itu menilai kenaikan jumlah penumpang saat mudik ini menandakan ketertarikan masyarakat untuk menggunakan moda perkeretaapian semakin meningkat.

“Kita sepakat moda kereta api ini sangat diminati, karena kenyamanannya, tepat waktu dan beberapa kelebihan lainnya. Insya Allah itu salah satu tanda bahwa perkeretaapian lebih punya daya beli," ucapnya.

Kementerian Perhubungan sendiri awalnya hanya memprediksi kenaikan jumlah penumpang 3,41 persen pada periode Lebaran (mudik-balik) 2019 dari 6,23 juta orang menjadi 6,44 juta orang.

Adapun PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat, sepanjang tahun 2018 telah mengangkut 424,68 juta penumpang, naik 8 persen dibanding tahun 2017 yang sebanyak 394,13 juta penumpang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bank Hana Fasilitasi Green Loan Chandra Asri Sebesar Rp 188,5 Miliar

Bank Hana Fasilitasi Green Loan Chandra Asri Sebesar Rp 188,5 Miliar

Whats New
AP I Catat Jumlah Penumpang Pesawat Capai 6,12 Juta di Kuartal I-2021

AP I Catat Jumlah Penumpang Pesawat Capai 6,12 Juta di Kuartal I-2021

Whats New
Adaro Energy Jajaki Lini Bisnis ke Sektor Energi Hijau

Adaro Energy Jajaki Lini Bisnis ke Sektor Energi Hijau

Whats New
Ingin Jadi Agen Frozen Food Fiesta? Simak Cara Daftar dan Persyaratannya

Ingin Jadi Agen Frozen Food Fiesta? Simak Cara Daftar dan Persyaratannya

Smartpreneur
Siap-siap, Transaksi Mata Uang Kripto Bakal Kena Pajak

Siap-siap, Transaksi Mata Uang Kripto Bakal Kena Pajak

Whats New
Cerita Boy Thohir, Bos Adaro yang Pernah Masuk ICU 11 Hari karena Covid-19

Cerita Boy Thohir, Bos Adaro yang Pernah Masuk ICU 11 Hari karena Covid-19

Whats New
Mengenal Zakat Mal: Pengertian, Hukum, dan Cara Menghitungnya

Mengenal Zakat Mal: Pengertian, Hukum, dan Cara Menghitungnya

Whats New
Neraca Perdagangan Surplus Karena UMKM Ekspor Terus Tumbuh

Neraca Perdagangan Surplus Karena UMKM Ekspor Terus Tumbuh

Whats New
OJK Minta Perusahaan Asuransi Selesaikan Aduan Nasabah terkait Unitlink

OJK Minta Perusahaan Asuransi Selesaikan Aduan Nasabah terkait Unitlink

Whats New
Dari 64,2 Juta UMKM di Indonesia, Baru 13 Persen yang Telah Lakukan Digitalisasi

Dari 64,2 Juta UMKM di Indonesia, Baru 13 Persen yang Telah Lakukan Digitalisasi

Whats New
Menaker: Belum Ada Perusahaan yang Menyatakan Tidak Mampu Bayar THR

Menaker: Belum Ada Perusahaan yang Menyatakan Tidak Mampu Bayar THR

Whats New
Gojek-Tokopedia Merger, Bos Gojek Andre Soelistyo Disebut Jadi Pemimpinnya

Gojek-Tokopedia Merger, Bos Gojek Andre Soelistyo Disebut Jadi Pemimpinnya

Whats New
[TREN EDUKASI KOMPASIANA] 'Reading Habit' pada Siswa | Pendidikan Perempuan dan Kesuksesannya | Mengatasi Ujian Bahasa Indonesia yang Sulit

[TREN EDUKASI KOMPASIANA] "Reading Habit" pada Siswa | Pendidikan Perempuan dan Kesuksesannya | Mengatasi Ujian Bahasa Indonesia yang Sulit

Rilis
Soal Deposito Raib, Bank Mega Syariah: Dana Telah Masuk ke Rekening Perusahaan

Soal Deposito Raib, Bank Mega Syariah: Dana Telah Masuk ke Rekening Perusahaan

Whats New
YDBA Beri Pembinaan untuk Para Perajin Cangkul di Klaten

YDBA Beri Pembinaan untuk Para Perajin Cangkul di Klaten

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X