Cabai Merah dan Tiket Transpotasi Dongkrak Inflasi Mei 2019 Jadi 0,68 Persen

Kompas.com - 10/06/2019, 12:16 WIB
Ilustrasi: Cabai merah keriting dan cabai rawit merah di Pasar Sukatani Deppen Depok. KOMPAS.com/IWAN SUPRIYATNAIlustrasi: Cabai merah keriting dan cabai rawit merah di Pasar Sukatani Deppen Depok.

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan  inflasi pada Mei 2019 sebesar 0,68 persen, naik dibandingkan Mei 2018 yang hanya 0,21 persen.

Secara tahunan, inflasi dari Maret 2018 ke Maret 2019 mencapai 3,32 persen. Adapun inflasi tahun berjalan Januari-Mei 2019 sebesar 1,48 persen.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, inflasi Mei 2019 terkendali. Meski begitu inflasi Mei 2019 tidak bisa dibandingkan dengan Mei 2018.

Baca juga: Minggu Terakhir Mei 2019, Inflasi Masih Terkendali

"Karena pada 2018 puasanya pada 15 Mei, sementara 2019 jauh lebih awal," ujarnya dalam konferensi pers, Jakarta, Senin (10/6/2019).

Menurut Suhariyanto, kenaikan harga bahan makanan menjadi penyebab utama inflasi 2019. Bahan makanan itu yakni cabai merah, daging ayam ras, dan bawang putih.

Selain bahan makanan, kenaikan harga tarif transpotasi juga menjadi penyebab utama tingginya inflasi Mei 2019.

Baca juga: Ramadhan, Inflasi Diperkirakan Bisa Melonjak ke 3,4 Persen

Suhariyanto mengatakan, tarif angkutan kota, tarif angkutan udara, dan tarif kereta api mengalami kenaikan segingga menjadi penyumbang inflasi Mei 2019.

"Ini wajar karena permintaannya tinggi (untuk mudik)," kata dia.

Adapun dari 82 kota yang dipantau BPS, 81 kota mengalami inflasi, hanya satu kota yang mengalami deflasi yakni Merauke.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X