Mau Bangun "Start Up" tapi Bingung memulainya? Simak Tips Ini

Kompas.com - 17/06/2019, 14:18 WIB
Tips Membangun Startup dari Mohamad Irfan dan Abul Ala Almaujudy dalam Pekan Literasi Keuangan SMA 26 Jakarta, Senin (17/6/2019). KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYATips Membangun Startup dari Mohamad Irfan dan Abul Ala Almaujudy dalam Pekan Literasi Keuangan SMA 26 Jakarta, Senin (17/6/2019).

"Ya, memang membutuhkan orang-orang yang mengerti aplikasi maupun IT, mengerti tentang desain, dan mengerti tentang marketing yang mampu menggerakkan perusahaan itu. Minimal membangun startup dua orang, yang penting peran-peran tersebut terpenuhi," ungkap Abul Ala Almaujudy.

3. Ikut Pelatihan

Ikut pelatihan startup dimanapun Anda berada. Selain mendapat ilmu, Anda juga bisa membangun relasi dan meminta pendapat.

Menurut Irfan, membangun relasi maupun mencari teman untuk mengembangkan bisnis dari pelatihan-pelatihan startup memang sangat dianjurkan. Sebab, orang-orang yang datang ke pelatihan tersebut telah memiliki visi dan misi yang sama, yaitu membangun startup.

"Ini pun bisa meminimalisir gagalnya startup karena rekan yang enggak kredibel, enggak kompeten, dan enggak satu visi maupun misi. Dari pelatihan, Anda bisa menemukan orang yang cocok dan satu visi misi dengan Anda," ungkap Irfan.

"Jadi, memang lebih baik cari orang dari event atau pelatihan itu, karena mereka niat datang ke pelatihan memang karena juga mau membesut startup. Biasanya umur startupnya lebih longlasting," ujar Irfan.

4. Validasi Pasar

Setelah berhasil validasi ide, mencari rekan, dan mengikuti pelatihan startup, langkah selanjutnya yang harus Anda perhatikan adalah Validasi pasar.

Validasi pasar yaitu selalu mengembangkan ide maupun ilmu yang didapat untuk menganalisa produk yang Anda buat memang dibutuhkan pasar atau tidak.

"Validasi market, seperti menilai apakah benar produk ini akan dibutuhkan masyarakat atau tidak. Kalau tidak dibutuhkan, yang dibutuhkan seperti apa?," ucap Abul Ala.

"Jadi validasi market itu penting juga agar startup enggak gagal," katanya lagi.

5. Cari Modal

Langkah berikutnya adalah mencari modal dari para investor bila Anda tidak bisa menggunakan modal sendiri untuk membangun startup. Lalu bagaimana caranya mencari modal?

Caranya lagi-lagi membutuhkan relasi. Bisa dengan relasi yang Anda dapat saat pelatihan, maupun cara lainnya.

"Memang modal ini juga dibangun dari networking (relasi). Karena cari investor itu susah, enggak bisa sehari dua hari. Perlu waktu. Jadi dengan networking semuanya lebih mudah," ungkap Abul Ala.

Meski Anda mempunyai banyak teman yang merupakan investor, hal itu tak serta merta membuat investor mau menginvestasikan dananya ke dalam pengembangan bisnis Anda. Anda juga perlu meyakinkan investor tentang keberhasilan startup besutan Anda kedepannya.

"Kita yakinkan investor kalau produk kita memang dibutuhkan dan akan berhasil. Kita juga harus yakin dengan produk yang kita buat. Sehingga ketika di-challenge investor, kita bisa menjawab segala kekhawatiran investor, seperti produk ini bisa sustainable enggak? Ini pasarnya ada atau enggak? Orang butuh produk ini atau enggak?," jelas Abul Ala.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X