Sidak ke Terminal BBM Plumpang, Ini Tiga Catatan Ombudsman untuk Pertamina

Kompas.com - 18/06/2019, 18:47 WIB
Jejeran truk-truk tanki bahan bakar minyak (BBM) di Terminal Bahan Bahan Bakar Minyak (TBBM) Plumpang Jakarta Utara. PT Pertamina Patra Niaga melatih para awak mobil tanki (AMT) tentang keselamatan berkendara. Program CSR ini untuk menekan angka insiden kecelakaan di jalan raya.  Kompas.com/Josephus PrimusJejeran truk-truk tanki bahan bakar minyak (BBM) di Terminal Bahan Bahan Bakar Minyak (TBBM) Plumpang Jakarta Utara. PT Pertamina Patra Niaga melatih para awak mobil tanki (AMT) tentang keselamatan berkendara. Program CSR ini untuk menekan angka insiden kecelakaan di jalan raya.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ombudsman RI secara diam-diam melakukan inspeksi dadakan (sidak) ke sejumlah tempat seusai Lebaran. Sidak dilakukan untuk meninjau kesiagaan sejumlah instansi selama libur Lebaran.

Salah satunya sidak dilakukan di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Plumpang milik Pertamina pada 7 Juni 2019. Komisioner Ombudsman Adrianus Meliala mengatakan, setidaknya ada tiga catatan bagi Pertamina setelah melakukan sidak.

"Pertama, di TB Plumpang kami tidak menemukan ada pimpinan yang in charge," ujar Adrianus di kantor Ombudsman, Jakarta, Selasa (18/6/2019).

Baca juga: Totem SPBU Medan Diretas, Ini Penjelasan Pertamina

Sebenarnya ada staf yang bisa ditemui di sana, tapi tak punya kewenangan untuk berbicara. Sementara itu, pimpinan di terminal BBM tersebut dikatakan sedang keluar.

Temuan kedua, yakni keamanan terminal BBM yang dianggap sangat lemah. Adrianus mengatakan, depo BBM merupakan objek viral, di mana tidak boleh sembarangan orang yang masuk.

"Bagaimana kalau ada orang iseng atau jahat, bisa meledak dengan cepat," kata Adrianus.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Anggarkan Rp 27, 4 Triliun, Pertamina Targetkan Garap 98 Proyek

Terakhir, Ombudsman juga menyorot soal tidak ada tenaga medis yang bersiaga di terminal BBM. Hal ini dianggap suatu kelalaian karena tenaga medis sangat diperlukan jika sewaktu-waktu ada permasalahan kesehatan yang dialami pekerja di sana.

"Hal-hal seperti ini yang harus diperbaiki ke depannya," sebut Adrianus.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.