Atasi Sampah Plastik, RI Diyakini Bisa Dapat 171 Juta Dollar AS

Kompas.com - 01/07/2019, 16:16 WIB
Petugas PPSU Pulau Tidung membuat ecobrick dari sampah-sampah plastik Dokumentasi/Lurah Pulau TidungPetugas PPSU Pulau Tidung membuat ecobrick dari sampah-sampah plastik

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Dunia menyebut ekonomi Indonesia akan bisa tumbuh lebih tinggi bila mengelola sumberdaya alamnya dengan baik. Salah satunya mengelola laut.

Lead Economist World Bank Indonesia Frederico Gil Sander mengatakan, salah satu hal yang perlu dilakukan Indonesia yakni menjaga kebersihan laut dari sampah plastik.

"Mengatasi sampah plastik bisa membawa 171 juta dollar AS dari pariwisata dan perikanan," ujarnya di Jakarta, Senin (1/7/2019).

Bank Dunia menilai Indonesia sangat potensial untuk mengembangkan blue economy lantaran memiliki pantai dan laut yang cantik.

Belum lagi Indonesia juga memiliki sumber kekayaan bawah laut, berupa perikanan dan potensi besar dari pariwisata.

Namun menurut Bank Dunia potensi besar Indonesia itu terancam dengan kurangnya infrastruktur pengelolaan sampah, terutama sampah plastik.

Oleh karena itu, menurut Bank Dunia, perlu ada upaya untuk mengurangi penggunaan plastik sehingga tidak semakin mengancam pencemaran kekayaan laut Indonesia.

Kebersihan pantai yang bebas sampah juga diyakini bisa menarik banyak turis ke Indonesia sehingga sektor pariwisata meningkat.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X