Pemerintah Dinilai Abai soal Harga Tiket Pesawat Propeller

Kompas.com - 16/07/2019, 09:40 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersiap menaiki pesawat milik salah satu operator penerbangan perintis di Bandara Timika Papua, Rabu (20/12/2017).KOMPAS.com/BAMBANG P. JATMIKO Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersiap menaiki pesawat milik salah satu operator penerbangan perintis di Bandara Timika Papua, Rabu (20/12/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Ombudsman RI, Alvin Lie menilai pemerintah abai dengan harga tiket pesawat yang menggunakan mesin baling-baling atau propeller.

Padahal, pesawat jenis tersebut banyak digunakan masyarakat di wilayah terpencil yang sangat butuh alat transportasi udara.

Menurut Alvin, pemerintah saat ini hanya memperdulikan harga tiket pesawat yang menggunakan mesin jet saja.

"Ironisnya Pemerintah hanya mengurus rute yang dilayani (pesawat bermesin) jet. Abai total terhadap rute yang dilayani pesawat propeller," ujar Alvin kepada Kompas.com, Selasa (16/7/2019).

Baca juga: Cek Harga Tiket Pesawat LCC, Lion Air dan Citilink Murah Mana?

Menurut dia, harga tiket pesawat propeller lebih mahal ketimbang pesawat bermesin jet. Sebab, biaya operasional maskapai untuk mengoperasikan pesawat jenis tersebut lebih besar.

"Lagipula biaya angkut per kursi per kilometer pesawat propeller sangat tinggi mencapai tiga sampai dengan lima kali lipat pesawat jet. Pemerintah sama sakali tidak perhatikan, anggaran subsidi untuk rute perintis justru di-kepras," kata Alvin.

Dengan hanya memikirkan harga tiket pesawat bermesin saja, lanjut Alvin, hal tersebut merupakan bentuk ketidak adilan pemerintah.

"Dimana keadilan? Dimana kepedulian terhadap kota-kota kecil dan daerah terpencil," ucap dia.

Baca juga: Harga Tiket Pesawat LCC Turun, Industri Pariwisata Optimistis akan Menggeliat

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X