BPK Desak Presiden Buat Direktorat Jenderal Pajak Jadi Badan Otonom

Kompas.com - 22/07/2019, 15:38 WIB
Gedung BPK Gedung BPK

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Rizal Djalil mendesak pemerintah untuk memisahkan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dari Kementerian Keuangan dan menjadi badan tersendiri.

Hal tersebut dilakukan agar kinerja DJP dalam menyerap pendapatan negara kian maksimal. Pasalnya, DJP merupakan otoritas penting yang mengelola sumber pendapatan negara.

"Sudah saatnya Ditjen Pajak menjadi badan tersendiri. Pajak yang merupakan soko guru penerimaan negara, mengumpulkan uang negara, jadi bahan sendiri, Badan Penerimaan Pajak Nasional," ujar Rizal di Auditorium BPK, Jakarta, Senin (22/7/2019).

Baca juga: Curhat Ditjen Pajak Merasa Tidak Didukung Pengusaha Dua Kali...

Salah satu lembaga pajak yang berdiri secara otonom adalah Internal Revenue Service (IRS) di Amerika Serikat (AS).

Sebenarnya IRS juga tidak sepenuhnya otonom karena masih harus berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan. Namun IRS memiliki kewenangan untuk menentukan kebijakan, anggaran, dan sumber daya manusia.

Adapun wacana memisahkan DJP dari Kementerian Keuangan sudah digaungkan oleh Presiden Joko Widodo sebagai salah satu janji kampanyenya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Dua Tantangan untuk Pajak di Era Ekonomi Digital, Apa Saja?

Bahkan awalnya badan otonom pajak direncanakan sudah terbentuk pada 2017.

Namun hingga saat ini, wacana tersebut masih menjadi kajian di parlemen lantaran perlu dilakukan perubahan UU Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP).

"Kalau kita memang ingin meningkatkan penerimaan negara sudah saatnya Ditjen Pajak jadi Badan Penerimaan Pajak Nasional. Reformasi birokrasi bukan hanya mereview yang tidak bekerja dengan efisisen tetapi juga membesarkan yang memiliki potensi signifikan," ujar dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.