Pemerintah Siapkan Generasi "Smart ASN," Begini Caranya

Kompas.com - 24/07/2019, 13:36 WIB
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) menyelenggarakan Presidential Lecture di Gedung Istora Senayan, Komplek Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Rabu (24/7/2019). MURTI ALI LINGGAKementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) menyelenggarakan Presidential Lecture di Gedung Istora Senayan, Komplek Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Rabu (24/7/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) menyatakan tengah mempersiapkan generasi Smart ASN (Aparatur Sipil Negara). Ini bertujuan untuk mengatasi tantangan dan hambatan dalam mendorong visi Indonesia 2045.

"Saat ini total PNS berjumlah 4.287.526 orang, di mana sebanyak 39 persen merupakan tenaga administratif. Karenanya kondisi tersebut perlu direstrukturisasi agar ASN didominasi jabatan fungsional teknis dan berkeahlian profesional yang lebih optimal mendukung pembangunan baik di pusat maupun daerah," ujar Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Syafruddin di Jakarta, Rabu (24/7/2019).

Dia menjelaskan, pelaksanaan rekrutmen CPNS 2018 terdiri dari 238.015 formasi untuk 76 Kementerian/Lembaga dan 525 Pemerintah Daerah, dan terisi sebanyak 180.624.

Baca juga: JK: Tugas ASN Adalah Melayani Masyarakat

Kemudian sebanyak 164.783 diisi dari formasi umum, 6.307 formasi cumlaude, 1.808 disabilitas, 604 putra/i Papua dan Papua Barat, 23 diaspora, 287 olahragawan berprestasi internasional, dan 6.812 tenaga honorer K-II.

Kebijakan strategis pembangunan SDM ASN kini bertumpu pada reformasi manajemen ASN dalam UU Nomor 5/2014 tentang ASN, PP Nomor 11/2017 tentang Manajemen PNS, dan PP Nomor 49/2018 tentang Manajemen PPPK.

"Perencanaan ASN searah pembangunan nasional dan potensi daerah, kemudian rekrutmen dan seleksi berbasis komputer dan online," ungkapnya.

Baca juga: Menhub: Kami Butuh ASN yang Tak Alergi terhadap Perubahan

Dikatakannya, visi presiden dalam pengembangan SDM pada 2020 merupakan momentum kuat untuk memacu kecepatan bangsa dalam pembentukkan Smart ASN.

"Smart ASN juga akan menjadi digital talent di seluruh lini terdepan pelayanan pemerintahan," imbuhnya.

Kini Indonesia berada di peringkat ke-77 dari 119 negara dalam indeks daya saing talenta global atau Global Talent Competitiveness Index. Untuk perbaikan indeks ini, struktur ideal ASN perlu didukung manajemen talenta nasional yang dikembangkan untuk menempatkan talenta terbaik pada jabatan strategis.

Baca juga: Menpan RB Pantau Kehadiran ASN se-Indonesia di Command Centre

Selain itu, manajemen talenta institusional dari seluruh instansi diintegrasikan guna membentuk talent pool nasional, untuk kemudian diselaraskan dengan manajemen talenta korporasi.

“Sehingga memungkinkan mobilisasi talenta lintas sektor, baik publik maupun privat, yang fokus dan prioritas pembangunan pusat maupun daerah,” sebut Syafruddin.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.