Kemenkeu Dukung Upaya Pembasahan Lahan Gambut

Kompas.com - 01/08/2019, 17:51 WIB
Kebakaran lahan gambut di Desa Cinta Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan masih terjadi yang sudah berlangsung sejak lima hari terakhir, Kamis (19/7/2018) KOMPAS.com/ Aji YK PutraKebakaran lahan gambut di Desa Cinta Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan masih terjadi yang sudah berlangsung sejak lima hari terakhir, Kamis (19/7/2018)

KOMPAS.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyetujui penggunaan sebagian anggaran Badan Restorasi Gambut ( BRG) dialokasikan untuk membangun sumur bor.

Adapun sumur bor tersebut berfungsi sebagai sumber air untuk memadamkan api saat terjadi bencana kebakaran lahan gambut.

Sebelumnya, BRG hanya boleh membangun sumur bor untuk pembasahan lahan yang bersifat pencegahan.

Dengan keluarnya izin Kemenkeu tersebut, BRG mengimbau Tim Restorasi Gambut Daerah (TRGD) bekerja sama dengan kelompok masyarakat, untuk mendukung pembasahan lahan gambut di daerah yang potensial terjadi kebakaran.

Baca juga: Petugas Kesulitan Padamkan Kebakaran Lahan Gambut di Bengkalis

TRGD juga diminta untuk memeriksa sumur bor yang telah diinstalasi BRG.

Dengan langkah itu, aparat pemadan kebakaran dan tim penanggulangan bencana bisa lebih mudah mencari sumber air bila terjadi kebakaran lahan.

"Pokmas akan siap membantu melacak titik sumur bor. Sementara, koordinat sumur bor sudah dibagikan kepada pemda setempat," kata Kepala BRG, Nazir Foead, dalam pernyataan tertulis, Kamis (1/8/2019).

Gerak cepat

Ia menjelaskan, BRG menerapkan operasi cepat pembasahan lahan gambut. Strategi itu bertujuan untuk mengurangi resiko kebakaran.

"Jika sudah tidak hujan berminggu-minggu, lahan gambut tidak mudah terbakar. Kalau pun terbakar, hanya api permukaan yang lebih mudah dipadamkan," ujar dia.

Saat terjadi kebakaran lahan di Kalimantan Tengah beberapa waktu lalu, kebakaran mudah diatasi karena adanya sumber air.

Baca juga: Gubernur Kalteng: Kebakaran Lahan Gambut Tak Ada Kaitan dengan Rencana Pemindahan Ibukota

Menurut dia, 400 sumur bor yang dibangun dua tahun lalu di Desa Tumbang dan Taruna Jaya, Kabupaten Pulau Pisang, Kalimantan Tengah telah diperiksa. Hasilnya, ia melanjutkan, seluruh sumur bor masih berfungsi baik.

Saat bencana kebakaran terjadi, petugas pemadam kebakaran bisa memanfaatkan air dari sumur-sumur tersebut.

"Sumur tersebut digunakan dalam pembasahan dan pemadaman kebakaran," kata dia.

Nazir pun meminta masyarakat untuk membangun sumur bor baru di lokasi yang sebelumnya tidak direncanakan, namun sekarang mengalami bencana kebakaran.

Tujuannya, kata dia, mempermudah kerja aparat dan masyarakat dalam memadamkan api.

Restorasi lahan

Ia menegaskan, dalam kasus kebarakaran lahan seperti di Kalimantan Tengah itu, BRG berfungsi merestorasi lahan gambut yang terbakar.

Salah satu langkah yang dilakukan BRG yakni memperbaiki tata air untuk membasahi lahan gambut. Sementara itu, pemadaman api dilakukan Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla).

Sebagai informasi, sepanjang 2016 hingga 2018, imbuh dia, BRG membangun 11.796 sumur bor, 5.857 sekat kanal, dan 143 titik penimbunan kanal di berbagai daerah. Berbagai sarana prasarana tersebut dibangun untuk menekan potensi terjadinya bencana kebakaran.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X