YLKI: Apa Maskapai Berani Main-main Menggunakan Komponen Abal-abal?

Kompas.com - 10/08/2019, 05:04 WIB
Ilustrasi: Sejumlah maskapai nasional terparkir di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Balikpapan Kalimantan Timur KOMPAS.com/ Bambang P. JatmikoIlustrasi: Sejumlah maskapai nasional terparkir di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Balikpapan Kalimantan Timur

Menurut dia tanpa ada TBB, maskapai penerbangan juga tak akan berani mengambil risiko untuk menggunakan onderdil abal-abal dan perang tarif bawah terlebih bila ada pengawasan dari pemerintah.

"Yang penting kalau soal safety ya pengawasan dari pemerintah. Apa mereka berani bermain-main menggunakan komponen abal-abal untuk onderdilnya? Kan tidak," ucap Tulus.

Kendati menantang, pihaknya berusaha untuk mengikuti kebijakan pemerintah yang telah diregulasi dalam persoalan tiket pesawat.

Dia pun tak tak memungkiri penetapan tarif berdasarkan willingness to pay mampu membuat tarif yang adil kepada konsumen maupun maskapai dalam hal keselamatan penerbangan.

"Lah regulasinya begitu, kecuali kalau mau ubah regulasi. Biar bagaimana pun regulasi kan dibuat untuk mengatur persaingan dan keselamatan penumpang. Jelas itu nomor 1, kalau konsumennya mati bagaimana? Jadi ini saya katakan tarif yang adil, tarif yang adil bagi konsumen dan adil bagi operator," pungkas Tulus.

Baca juga: Pemerintah: Harga Tiket Pesawat yang Mahal Itu Sebenarnya Normal

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X