Jokowi: Tantangan Ekonomi ke Depan Semakin Berat

Kompas.com - 16/08/2019, 14:57 WIB
Presiden Joko Widodo dengan baju adat suku Sasak NTB menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka HUT Ke-74 Kemerdekaan RI dalam Sidang Bersama DPD-DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2019).ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN Presiden Joko Widodo dengan baju adat suku Sasak NTB menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka HUT Ke-74 Kemerdekaan RI dalam Sidang Bersama DPD-DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato tentang Nota Keuangan dan RUU APBN 2020 di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat (16/8/2019).

Dalam pidatonya tersebut, Jokowi memaparkan sejumlah pencapaian pembangunan ekonomi Indonesia selama lima tahun terakhir. Kepala Negara menjelaskan, capaian tersebut menunjukkan kinerja yang menggembirakan.

Namun demikian, kata Jokowi, Indonesia tidak boleh lengah. Sebab, tantangan ke depan semakin berat dan beragam.

"Tantangan ekonomi ke depan semakin berat dan semakin kompleks," kata Jokowi.

Kepala Negara menyatakan, ekonomi dunia sedang mengalami ketidakpastian. Beberapa negara berkembang atau emerging market sedang mengalami krisis.

Baca juga: Inilah Asumsi Makro yang Tertuang di RAPBN 2020

Tidak hanya itu, beberapa negara sedang mengalami pertumbuhan negatif. Ekonomi dunia juga menghadapi tantangan perang dagang.

"Depresiasi nilai mata uang beberapa negara seperti Yuan-Tiongkok dan Peso Argentina, membuat kita harus waspada," ungkap Jokowi.

Dalam pidatonya, Jokowi juga memaparkan asumsi makro APBN 2020. Pertama, pertumbuhan ekonomi akan berada pada tingkat 5,3 persen, dengan konsumsi dan investasi sebagai motor penggerak utamanya.

Inflasi akan tetap dijaga rendah pada tingkat 3,1 persen untuk mendukung daya beli masyarakat.

Lalu, di tengah kondisi eksternal yang masih dibayangi oleh ketidakpastian, nilai tukar Rupiah diperkirakan berada di kisaran Rp14.400 per dollar AS.

Baca juga: Jokowi Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 2020 Capai 5,3 Persen

"Pemerintah yakin investasi terus mengalir ke dalam negeri, karena persepsi positif atas Indonesia dan perbaikan iklim investasi," ujar Jokowi.

Suku bunga SPN 3 bulan diperkirakan berada di tingkat 5,4 persen. Harga minyak mentah Indonesia (ICP) diperkirakan sekitar 65 dollar AS per barrel.

Target lifting minyak dan gas bumi di tahun 2020 diasumsikan masing-masing sebesar 734.000 barrel dan 1,19 juta barrel setara minyak per hari.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X