Kompas.com - 21/08/2019, 05:53 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia, Dody Dalimunthe mengatakan premi asuransi ritel berpotensi naik karena didorong oleh teknologi finansial (fintech).

"Fintech-fintech ini membuat asuransi ritel lebih banyak beredar, juga volumenya semakin besar," Kata Dody saat ditemui Selasa (20/08/2019)

Menurut Dody dengan keberadaan fintech, diharapkan adanya data analisis yang lebih presisi.  Sehingga hal itu bisa menghadirkan potensi jenis-jenis premi asuransi yang lebih bagus dan dekat kepada masyarakat.

"Karena sebenarnya, premi itu harus market driven, apasih maunya masyarakat? karena kan kebutuhan orang beda-beda" ucap Dody.

Baca juga : Pendapatan Asuransi Umum Tumbuh 20 Persen Jadi Rp 40 Triliun

Asuransi ritel memiliki beberapa lini usaha seperti kendaraan bermotor, perjalanan, harta benda, kecelakaan dan kesehatan pribadi, dan aneka.

Dody memperkirakan, volume asuransi ritel saat ini, bernilai lebih dari lima persen dari total premi industri yang bernilai sekitar Rp 40 triliun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain melalui fintech, pertumbuhan premi asuransi ritel juga dapat dikembangkan dengan meningkatkan literasi masyarakat tentang pentingnya penggunaan asuransi ritel. Sehingga dengan meningkatnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya asuransi ritel, maka premi asuransi ritel juga akan meningkat.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.