Soal Anggaran Pindah Ibu Kota, Kemenkeu Tunggu Bappenas

Kompas.com - 22/08/2019, 18:51 WIB
Visualisasi penjabaran dari visi kedua ibu kota negara. Kementerian PUPRVisualisasi penjabaran dari visi kedua ibu kota negara.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Keuangan ( Kemenkeu) masih menunggu lampu hijau dari Bappenas terkait kebutuhan anggaran pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan Timur.

Begitu disampaikan oleh Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Askolani saat ditanya keterlibatan Kemenkeu dalam rencana pemindahan Ibu Kota.

"Tentunya pas mulai pendanaan pasti akan dilibatkan Kementerian keuangan tapi sekarang menyiapkan plan-nya dulu (dari Bappenas)," ujarnya di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (22/8/2019).

Saat ini, kata dia, tahapan pemindahan Ibu Kota masih terus didiskusikan di internal pemerintah. Termasuk persoalan kebutuhan anggarannya.

Baca juga: Menteri ATR Sebut Ibu Kota Baru di Kalimantan Timur

Saat ditanya skema detailnya, Askolani enggan mengungkapnya. Ia mengatakan, berbagai teknis pemindahan Ibu Kota ke Kaltim pasti akan dijelaskan oleh Bappenas.

"Sabar, kan sudah dijelaskan oleh Pak Kepala Bappenas," ucapnya.

Sebelumnya, Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil menyebut lokasi ibu kota baru itu berada di Provinsi Kalimantan Timur.

“Iya Kaltim benar,” ujar Sofyan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis.

Namun, Sofyan masih mengunci rapat di mana persisnya lokasi ibu kota baru tersebut. Dia tak ingin membocorkan lokasi tersebut sebelum memastikan ketersediaan lahan di lokasi itu.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X