Pertamina Akui Gunakan Tenaga Kerja Asing untuk Atasi Tumpahan Minyak

Kompas.com - 26/08/2019, 12:01 WIB
Warga mengumpulkan limbah tumpahan minyak Oil Spill yang tercecer milik Pertamina di Pesisir Pantai Cemarajaya, Karawang, Jawa Barat, Minggu (4/8/2019). Pasir yang tercemar minyak tersebut dikumpulkan dan akan dipindahkan ke pabrik penyimpanan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) untuk dimusnahkan. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGWarga mengumpulkan limbah tumpahan minyak Oil Spill yang tercecer milik Pertamina di Pesisir Pantai Cemarajaya, Karawang, Jawa Barat, Minggu (4/8/2019). Pasir yang tercemar minyak tersebut dikumpulkan dan akan dipindahkan ke pabrik penyimpanan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) untuk dimusnahkan.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pertamina (persero) mengakui ada tenaga kerja asing yang diperbantukan untuk mengatasi tumpahan minyak di Perairan Kerawang, Jawa Barat.

Incident Commander Proyek YYA I, Taufik Adityawarman mengatakan, pihaknya akan melakukan segala cara untuk mengatasi permasalahan tumpahan minyak di Pantai Utara Jawa itu.

“Segala daya dan upaya kita akan kerahkan untuk bisa percepat proses spill combating atau recovery. Adanya resource luar negeri benar adanya,” ujar Taufik di Kantor Pertamina Hulu Energi, Jakarta, Senin (26/8/2019).

Baca juga: Kemenaker: Pekerja Asing yang Dilibatkan Atasi Tumpahan Minyak Harus Punya Izin

Taufik menjelaskan, sebelum mengerahkan tenaga kerja asing, pihaknya telah berkomunikasi dengan pihak terkait, apakah ada sumber daya manusia dari dalam negeri yang kompeten untuk menyelsaikan permasalahan ini.

“Kita sudah komunikasikan kebutuhan (tenaga kerja asing) ini karena sebelum kita jalankan sudah kita komunikasikan kalau di dalam negeri sudah tidak tersedia. Kita komunikasikan di SKK Migas dan Dirjen Hubla, kita mendapatkan, kalau saya tidak bisa bilang izin, tapi upaya yang kita buat,” kata Taufik.

Sebelumnya, Anggota Komisi VII DPR RI Kardaya Warnika menilai PT Pertamina (Persero) tak perlu melibatkan perusahaan asing untuk mengatasi tumpahan minyak di Pantai Utara Pulau Jawa, Karawang, Jawa Barat.

Menurut dia, selama perusahaan di Indonesia bisa dan mampu maka perusahaan asing sebaiknya tidak perlu dilibatkan.

“Kalau masih bisa ditangani oleh perusahaan dalam negeri dan perusahaan itu mampu, kenapa mesti melibatkan perusahaan asing,” ujar Kardaya dalam keterangan tertulisnya, Kamis (15/8/2019).

Baca juga: Di DPR, Sri Mulyani Tegaskan Bakal Batasi Impor Tenaga Kerja Asing

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
komentar di artikel lainnya
Close Ads X